Kompas.com - 16/09/2022, 14:30 WIB


JAKARTA,KOMPAS.com - Selama ini, rumah tusuk sate kurang diminati oleh masyarakat lantaran mitos buruk yang kerap menyertainya.

Rumah tusuk sate dianggap sial dan bisa membawa pengaruh buruk bagi orang yang tinggal didalamnya.

Namun ternyata rumah tusuk sate tak selamanya buruk. Berikut beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan saat membeli rumah tusuk sate.

Baca juga: Kenapa Harus Menghindari Rumah Tusuk Sate? Ini Alasan Logisnya

Bisa dibeli dengan murah

Rumah tusuk sate tidak banyak diminati oleh masyarakat. Karena itu, sangat sering rumah jenis ini  tidak laku di pasar properti selama bertahun-tahun.

Bila sang pemilik ingin rumah tersebut segera laku, maka ia harus menurunkan harga rumah tersebut.

Kesempatan ini harus Anda lihat sebagai peluang untuk mendapatkan rumah baru dengan harga yang lebih terjangkau.

Punya sirkulasi udara yang bagus

Rumah tusuk sate memiliki sirkulasi udara yang bagus bila dibandingkan dengan rumah pada posisi lainnya.

Hal ini karena rumah berhadapan langsung dengan jalan yang lebar dan tidak dihalangi oleh bangunan lain.

Selain itu, cahaya matahari juga lebih mudah masuk. Tentu saja ini bisa membuat pemilik rumah mendapatkan manfaat kesehatan yang lebih baik.

Peluang menambah pemasukan

Rumah tusuk sate umumnya terletak di tepi jalan besar atau jalan utama. Daerah tersebut nantinya akan dilewati banyak orang dari berbagai arah.

Bila Anda tak ingin tinggal di rumah tersebut, Anda bisa mengubahnya menjadi tempat usaha seperti bengkel, warung atau kedai kopi.

Baca juga: Keunggulan Memiliki Panel Surya di Rumah, Apa Saja?

Joko Salim dalam bukunya "Prinsip Sukses Orang Tionghoa" menyebutkan bahwa beberapa orang Tionghoa saat ini sudah mulai membeli rumah dengan posisi tusuk sate dan dimanfaatkan sebagai lokasi penyewaan papan reklame

Itu artinya rumah tusuk sate yang kerap dianggap buruk bisa disulap menjadi "sumur uang" yang memberi keuntungan besar bagi sang pemilik.  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.