Kompas.com - 30/07/2021, 07:00 WIB
PT Kesuma Agung Selaras (KAS) melakukan proses akad kredit perumahan Graha Laras Sentul (GLS) dengan konsep drive thrue. Kesuma Agung SelarasPT Kesuma Agung Selaras (KAS) melakukan proses akad kredit perumahan Graha Laras Sentul (GLS) dengan konsep drive thrue.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kesuma Agung Selaras (KAS) melakukan proses akad kredit perumahan Graha Laras Sentul (GLS) dengan konsep drive-thru.

Direktur Utama PT Kesuma Agung Selaras I Wayan Madik Kesuma mengeklaim, acara ini baru pertama kali digelar di Indonesia dan dengan protokol kesehatan (prokes) yang disarankan.

“Selain itu, kami tak mau menunda proses pemasaran produk kita, akad kredit ini merupakan komitmen kami kepada konsumen,” ujar Wayan dalam keterangan tertulis, Kamis (29/7/2021).

Menurut Wayan, acara digelar di area terbuka Bundaran GLS yang merupakan ikon perumahan karena menghubungkan proyek ke ruas Jl Raya Bogor Km 51.

Baca juga: Melonjak 90 Persen, Marketing Sales Agung Podomoro Land Rp 1 Triliun Selama Semester I

“Konsumen pun mengapresiasi acara akad kredit ini karena mereka juga ingin menempati rumahnya dan mereka merasakan hal berbeda, konsep drive-thru,” imbuh dia.

Sebanyak 15 konsumen mengikuti akad kredit dengan kendaraan pribadi. Mereka membawa anak-anak dan mendatangi tenda GLS, di mana Bank BTN sebagai mitra penyalur KPR dan notaris untuk menandatangani akad.

Salah satu konsumen, Evan, mengaku konsep akad KPR secara drive-thru ini memudahkan konsumen dan mengurangi kontak fisik.

“Ini menarik, karena drive-thru. Acaranya cepat, kami datang hanya tanda tangan dalam mobil dan tentunya dengan prokes ketat," ujar evan.

Sementara itu, Executive Vice President Nonsubsidized Mortgage & Personal Lending Division (NSLD) Bank BTN Suryanti Agustinar mengatakan, BTN menyambut baik konsep akad KPR secara drive-thru ini.

Baca juga: Ciputra Bagikan Dividen Tunai Rp 157,5 Miliar kepada Pemegang Saham

"Kami dukung dan koordinasikan dengan berbagai pihak terkait seperti notaris agar pelaksanaannya cepat dan efisien. Proses akadnya sama, hanya caranya saja berbeda," kata Yanti.

Konsep ini, menurutnya, bisa jadi terobosan agar proses pemasaran properti tak terkendala kondisi pandemi.

Bahkan, menurut Yanti, menginginkan akad KPR online, tetapi ada beberapa hal yang tak bisa dilakukan seperti tanda tangan dan kenotariatan.

Diminati pasar

Menurut Yanti, kebutuhan rumah untuk segmen kelas menengah di bawah Rp 1 miliar masih cukup besar.

Konsumen akan mencari produk yang memberikan nilai lebih, dari konsep produk dan kemudahan pembayaran.

BTN memberikan bunga flat 4,75 persen selama setahun, tanpa proses pengurusan KPR yang berbelit.

Selain GLS, akad kredit dengan konsep serupa juga akan dilakukan pada proyek KAS lainnya, seperti Griya Laras Dramaga dan Graha Selaras Cibinong.

Sementara hingga semester I-2021, penjualan GLS mencapai 130 unit dengan nilai transaksi Rp 108 miliar. Angka ini dua kali lipat dibanding pencapaian tahun 2020.

Saat ini tipe terkecil berukuran 55/72 meter persegi (dua lantai) dibanderol dengan harga Rp 900 jutaan dan tipe terbesar 69/105 meter persegi (dua lantai) dipatok Rp 1,3 miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.