Pangeran Charles Ajak Mahasiswa Atasi Perubahan Iklim

Kompas.com - 27/07/2021, 19:00 WIB
Pangeran Charles Inggris, bersama Camilla, Duchess of Cornwall, mengunjungi Skipton House, London, Selasa (9/3/2021) AP PHOTO/AARON CHOWNPangeran Charles Inggris, bersama Camilla, Duchess of Cornwall, mengunjungi Skipton House, London, Selasa (9/3/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan desainer Apple, Jony Ive, menjalin kerja sama dengan Pangeran Charles meluncurkan inisiatif untuk mengatasi perubahan iklim.

Seperti dikutip dari Dezeen, Selasa (27/07/2021), proyek ini secara resmi diluncurkan pada hari Sabtu (24/07/2021) untuk menandai 100 hari menuju konferensi iklim COP26.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Siswa dan alumni terbaru dari Royal College of Art (RCA) di London akan diminta mengajukan proposal, yang bisa membantu mengatasi emisi gas rumah kaca dan mengembangkan model sosial dan ekonomi baru.

"Saya sangat bangga menjadi bagian dari Terra Carta Design Lab yang didirikan oleh Yang Mulia Pangeran Wales," kata Ive.

Baca juga: Mengintip Dekorasi Natal di Buckingham Palace

"Ini adalah cara yang visioner dan imajinatif untuk membantu mengatasi masalah lingkungan yang semakin mendesak di dunia," tambah mantan wakil presiden desain industri di Apple ini.

Menurut Ive, seringkali tantangan terbesar menuntut pemikiran yang paling cerdik dan paling kreatif.

Itulah sebabnya ia sangat senang dengan proposal yang diajukan oleh siswa RCA melalui kolaborasi ini.

“Saya tahu bahwa kreativitas dan daya cipta mereka akan mengembangkan solusi yang benar-benar kuat,” jelas pria yang meninggalkan Apple pada 2019 tersebut.

Proyek ini akan mencari konsep yang menunjukkan bagaimana desain, seni, sains, dan teknik dapat berkontribusi dalam menemukan solusi untuk perubahan iklim.

Daftar ide terbaik akan diumumkan selama konferensi iklim COP26 pada bulan November dan pemenangnya akan diumumkan pada tahun 2022.

“Ide-ide kecil dapat berdampak besar jika didukung dengan desain, sains, dan teknik yang tepat dan itulah ide utama di balik Terra Carta Design Lab saat ini,” kata Pangeran Charles.

Menurut pria yang bergelar The Prince of Wales ini, mereka hanya punya waktu 100 hari hingga berlangsungnya COP26, konferensi besar PBB di Glasgow.

“Kita semua perlu memainkan peran kita, tua dan muda, jika kita ingin mengubah cara kita menjaga Bumi, membuat itu berkelanjutan untuk alam, manusia, dan planet," tambah Charles.

Terra Carta Design Lab adalah cabang dari Terra Carta, sebuah inisiatif yang diluncurkan oleh Pangeran Charles awal tahun ini untuk memberikan "peta jalan praktis untuk menuju masa depan yang ambisius dan berkelanjutan".

 



Sumber Dezeen
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.