Dirancang Atlet Profesional, Lapangan Basket Ini Dihiasi Mural Geometris

Kompas.com - 23/07/2021, 08:00 WIB
Lapangan basket di Summerfield Park, Birmingham yang penuh dengan warna-warni ceria. Didesain oleh Pemain bola basket profesional Kofi Josephs, dan seniman grafiti Birmingham, Zuke. DezeenLapangan basket di Summerfield Park, Birmingham yang penuh dengan warna-warni ceria. Didesain oleh Pemain bola basket profesional Kofi Josephs, dan seniman grafiti Birmingham, Zuke.

JAKARTA, KOMPAS.com - Lapangan basket di Summerfield Park, Birmingham, Inggris, telah direnovasi dan memiliki warna-warna cerah untuk menarik perhatian anak-anak. 

Lapangan tersebut merupakan hasil karya pemain bola basket profesional Kofi Josephs, dan seniman grafiti Birmingham, Zuke.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Proyek ini dilakukan menyambut Birmingham 2022 Commonwealth Games. Selain mempromosikan acara olahraga ini, Joseph dan Zuke ingin mengajak penduduk lokal untuk bermain basket.

Lapangan tersebut memiliki warna-warna cerah seperti kuning cerah dan biru langit.

Baca juga: Selama PPKM Level 4, Konstruksi Infrastruktur Publik di Jakarta Beroperasi 100 Persen

Pemilihan warna ini dimaksudkan untuk menciptakan lapangan yang menarik dan menyenangkan.

Palet warna yang sama ternyata juga digunakan untuk logo dan branding Birmingham 2022 Commonwealth Games.

"Jika anak-anak melihat lapanganyang berwarna-warni seperti lapangan basket ini, itu akan menarik mereka," kata Josephs kepada Dezeen yang dikutip Kompas.com, Kamis (22/07/2021).

"Mereka akan penasaran dan begitu berada di sana, mereka akan mulai bermain basket. Ini akan menghentikan anak-anak yang kebanyakan menghabiskan waktu di jalanan," jelasnya.

Pada area lapangan ini juga menampilkan mural dengan bentuk geometris dan garis berputar-putar yang dirancang oleh Zuke.

Menurut Worcester Wolves ini, mural yang ada lapangan mereprentasikan kondisi kota Birmingham. Misalnya, terdapat gambar mahkota karena Birmingham memiliki The Jewellery Quarte.

Josephs dan Zuke awalnya mengerjakan proyek bersama ini secara virtual dengan saling mengirimkan desain dan ide melalui WhatsApp.

Meskipun membuat desain secara individual, Zuke dan Josephs berkomitkan agar bisa membangun gaya desain yang seragam.

"Kami berdua ingin memastikan gaya yang sama karena ini adalah satu kota. Ini dimaksudkan untuk mewakili perbedaan tetapi pada saat yang sama, kita semua adalah satu," kata Josephs.



Sumber Dezeen
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.