10 Barang Berbahaya yang Digunakan Setelah Kedaluwarsa

Kompas.com - 09/03/2021, 06:00 WIB
Ilustrasi makanan kaleng shutterstockIlustrasi makanan kaleng

KOMPAS.com - Sebagai penghuni rumah, Anda tentu perlu memeriksa masa berlaku barang-barang rumah tangga.

Barang-barang itu seperti makanan kaleng, produk pembersih, dan obat-obatan yang mungkin terlihat baik-baik saja, tetapi penting untuk memeriksa apakah sudah kedaluwarsa atau telah habis masa berlakunya.

Jika menggunakan barang-barang yang sudah kedaluwarsa, sangat berisiko terhadap kesehatan dan keamanan Anda.

Berikut 10 jenis barang rumah tangga yang harus Anda selalu periksa masa kedaluwarsanya:

1. Makanan kaleng

Meskipun kaleng tampak bertahan selamanya, jika tidak disimpan dengan benar, dapat menimbulkan efek berbahaya bagi kesehatan Anda.

Mengonsumsi makanan kaleng yang sudah kedaluwarsa berisiko terkena racun botulisme.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski racun itu terbilang langka saat ini, namun sebagai langkah antisipasi Anda tetap harus memperhatikan masa kedaluwarsanya.

Perlu diingat bahwa makanan asam, seperti tomat, memiliki umur yang lebih pendek daripada kacang polong kaleng, misalnya.

Simpanlah selalu kaleng Anda di tempat yang sejuk dan kering, dan buang semua kaleng yang berkarat.

2. Produk pembersih

Semua produk pembersih juga akan habis masa berlakunya sehingga menjadi kurang efektif ketika digunakan.

Anda mungkin berpikir bahwa pemutih, atau cairan pembersih bertahan selama bertahun-tahun karena dapat membunuh jamur dan bakteri, tetapi wadah plastik tempat penyimpanannya akan memengaruhi formulanya.

Ini juga berlaku untuk pencuci piring dan deterjen, atau pembersih jendela dan furnitur.

Jika Anda memiliki pembersih yang sudah lama tidak digunakan, sebaiknya periksa masa berlakunya, masih layak atau tidak untuk digunakan.

3. Obat kumur dan Alkohol gosok

Tak hanya produk pembersih, obat kumur, alkohol gosok, dan pembersih tangan juga menjadi kurang efektif jika sudah lama tidak digunakan.

Obat kumur atau odol yang sudah lama tidak digunakan sekalipun dapat mengurangi sifat antiseptiknya.

Meskipun rerata barang seperti ini bisa bertahan hingga tiga tahun, tetap bijaksanalah untuk melacak tanggal atau masa kedaluwarsa barang tersebut.

4. Minyak goreng

Minyak goreng adalah bahan rumah tangga lain yang harus Anda perhatikan. Biasanya minyak sayur bisa bertahan hingga enam bulan setelah dibuka.

Setelah itu dapat menyebabkan gangguan saluran cerna, seperti mual dan sakit perut, serta menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.

5. Perlengkapan mandi

Sabun, sampo, deodoran, shower gel, atau kondisioner semuanya memiliki tanggal kedaluwarsa yang harus Anda perhatikan.

Barang-barang tersebut tidak akan seefektif jika Anda menggunakannya setelah kedaluwarsa.

Seabliknya, ada kemungkinan besar bahan ini dapat menyebabkan iritasi kulit Anda.

Perhatikan baik-baik perlengkapan mandi yang digunakan pada wajah Anda, terutama di sekitar mata, karena dapat menyebabkan ruam kulit, bahkan infeksi.

Selain itu, ingatlah untuk mengganti sikat gigi Anda setiap tiga bulan sekali.

6. Pisau Cukur Sekali Pakai

Sesuai dengan namanya, pisau cukur sekali pakai harus dibuang maksimal setelah 10 kali pencukuran.

Pisau pada pisau cukur tidak hanya menjadi tumpul dan kurang efektif, tetapi juga dapat menyebabkan 'luka bakar silet' saat Anda melewati area yang sama berulang kali.

Hal ini dapat menyebabkan ruam, iritasi kulit, rambut yang tumbuh ke dalam, dan kemungkinan besar Anda juga akan terluka saat menggunakannya.

7. Kosmetik

Kosmetik kedaluwarsa tidak hanya berbahaya bagi kulit Anda, tetapi alat yang digunakan untuk mengaplikasikannya dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.

Idealnya, Anda harus membersihkan kuas dan spons riasan secara berkala, atau bahkan menggantinya jika perlu, untuk menghindari iritasi.

Berhati-hatilah dengan maskara, karena sikat dapat menjadi sarang bakteri yang menyebabkan iritasi mata , dalam kasus staphylococcus aureus, dapat mengakibatkan kebutaan.

8. Obat

Semua obat menjadi kurang efektif setelah kedaluwarsa. Dalam beberapa kasus, menggunakannya setelah kedaluwarsa dapat memiliki efek berbahaya pada kesehatan Anda.

Insulin dan antibiotik cair, misalnya, bisa menjadi racun.

Jika ragu tentang apakah Anda harus mengonsumsi obat yang ketinggalan zaman, selalu konsultasikan dengan dokter.

9. Kabel dan Kabel Ekstensi

Kabel listrik dan kabel ekstensi tidak memiliki tanggal kedaluwarsa, tetapi dapat menjadi berbahaya jika mengalami terlalu banyak keausan.

Ini berlaku terutama untuk kabel yang sering diinjak, atau terjepit di antara pintu.

Seiring waktu, mereka bisa menjadi usang, atau penutup plastiknya bisa robek, yang meningkatkan kemungkinannya menjadi bahaya kebakaran.

Jika Anda memiliki kabel yang rusak, pertimbangkan untuk menggantinya sesegera mungkin.

10. Spons

Terakhir yang perlu Anda perhatikan adalah masa berlaku penggunaan spons.

Anda perlu mengganti spons secara teratur agar tidak penuh dengan kuman dan bakteri.

Spons lebih rentan terhadap bakteri yang berkembang biak hanya karena mereka digunakan di lingkungan basah dan hangat, yang disukai makhluk mikroskopis ini.

Ini bisa sangat berbahaya di dapur, di mana Anda bisa berisiko terkena salmonella jika terus menggunakan spons lama.

Karenanya, gantilah spons dapur Anda sebulan sekali atau setiap dua minggu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X