Tak Lazim Hotel Dijual di Marketplace, Pemilik Biasanya Bergerak Diam-diam Cari Investor

Kompas.com - 05/02/2021, 12:07 WIB
Iklan Hotel Gran Melia Jakarta Dijual OlxIklan Hotel Gran Melia Jakarta Dijual

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 menghantam sektor properti demikian telak, termasuk industri perhotelan.

Akibatnya, sejumlah pengelola hotel terpaksa menutup operasionalnya untuk sementara waktu.

Dampak dari pandemi ini memunculkan fenomena sejumlah hotel di Jakarta dijual melalui platform pasar daring (marketplace). 

Sebut saja, sebuah hotel di Kemang, Jakarta Selatan, dijual seharga Rp 26,8 miliar di situs Olx pada 25 Januari 2021.

Selain itu, sebuah hotel di Tanah Abang, Jakarta Pusat, dijual senilai Rp 85 miliar oleh akun Aldila Aspan pada 1 Februari 2021.

Baca juga: Marriott Buka 100 Hotel Baru, Tiga di Antaranya di Indonesia

Menurut Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto, kondisi tersebut tidak lazim untuk transaksi dan penjualan skala investasi besar seperti menjual satu gedung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Biasanya, pemilik gedung tidak akan terbuka seperti itu," ujar Ferry kepada Kompas.com, Jumat (5/2/2021).

Dia melanjutkan, para pemilik hotel lebih banyak bergerak silent (diam-diam) dan menghubungi calon investor besar yang memang serius berinvestasi.

Baca juga: Hotel Mewah Bintang 6 Waldorf Astoria Jakarta Dibuka untuk Publik 2023

Pertimbangan lainnya adalah para calon investor tersebut memiliki kemampuan finansial secara private.

Selain itu, para pemilik hotel biasanya juga akan meminta bantuan agen atau konsultan yang punya reputasi besar.

Jika dijual melalui marketplace seperti itu, kata Ferry, para pemilik hotel pasti akan kewalahan menyaring calon pembeli mana yang serius, mana yang hanya survei harga, dan mana yang mau jadi calo dadakan.

Namun, Ferry mengaku tidak tahu pasti mengapa fenomena hotel dijual di sejumlah marketplace bisa terjadi. 

Bukan kali ini saja

Sejatinya, fenomena hotel dijual di marketplace bukan kali ini terjadi. Tahun lalu, Gran Melia Hotel juga menjadi "korban" pemasangan iklan di marketplace.

Baca juga: Surya Semesta Bantah Hotel Gran Meliá Jakarta Dijual

Iklan yang dimaksud tayang di situs jual beli daring Olx pada segmen properti sejak 25 Juni 2020.

Iklan ini viral diperbincangkan di media sosial dan grup percakapan WhatsApp. Pemasang iklan yang tidak disebutkan identitasnya menawarkan Hotel Gran Meliá Jakarta dengan nilai Rp 2,3 triliun.

Selain tawaran nilai jual, tercantum pula deskripsi lengkap mengenai hotel berklasifikasi bintang lima ini.

Mulai dari luas tanah 23.500 meter persegi, luas bangunan 19.238 meter persegi, jumlah kamar 428 unit, hingga kelengkapan fasilitas dan akses menuju hotel ini.

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) membantah kabar bahwa Hotel Gran Meliá Jakarta di bilangan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, dijual.

Baca juga: Viral di Media Sosial, Agung Podomoro Bantah Senayan City Dijual

Head of Investor Relations PT Surya Semesta Internusa Tbk Erlin Budiman mengatakan, tidak benar perusahaan menjual Hotel Gran Meliá Jakarta.

"The hotel is not for sale at this point," kata Erlin menjawab Kompas.com, Kamis (16/7/2020). Menurut Erlin, iklan yang berisi tentang jual beli Hotel Gran Meliá Jakarta bukan berasal dari pihak SSIA.

Hal serupa juga pernah ditemukan Ferry. Setelah dicek, ternyata pemilik hotel tidak pernah mengiklankan propertinya.

Tak hanya hotel, properti lain seperti pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran pun tak luput jadi sasaran pemasangan iklan.

Sebut saja Senayan City Mall yang ditawarkan di situs Rumah123 pada September 2017. Tak tanggung-tanggung, harga jual yang dibanderol senilai Rp 5,5 triliun.

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) sebagai salah satu pemegang saham Senayan City Jakarta pun membantah iklan tersebut.

Saat itu, Wakil Presiden Direktur APLN Indra W Antono menyampaikan bantahannya kepada Kompas, Senin (25/9/2017).

"Tidak benar Senayan City Mall dijual," tegas Indra.

Terjadinya fenomena penjualan aset gedung dengan nilai besar tersebut, menurut Ferry, harus betul-betul dikonfirmasi.

Pasalnya, tidak mungkin aset ratusan miliar hingga triliunan rupiah diedarkan seperti menjual sembako, baju, atau gadget.

"Saya juga tidak mengerti kenapa jadi begini, tapi kita harus cek ke pemiliknya apakah benar mengiklankan seperti itu," tuntas Ferry.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X