Kompas.com - 26/01/2021, 18:30 WIB
Ilustrasi work from home (Dok. SHUTTERSTOCK/ASIANDELIGHT) Ilustrasi work from home

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 yang belum usai mengubah pola perilaku dan aktivitas masyarakat.

Akibat pandemi Covid-19, sejumlah kebijakan pun diberlakukan. Termasuk keterisian perkantoran yang dipangkas separuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Alhasil, banyak perusahaan yang menerapkan opsi bekerja dari rumah atau work from home bagi karyawannya.

Jakarta Property Institute merilis data survei terkait pola kerja yang diinginkan masyarakat setelah Pandemi Covid-19 berakhir.

Dari total 408 responden, setengahnya atau 55,6 persen memilih kombinasi bekerja di kantor atau work from office (WFO) dan di rumah.

Baca juga: Oversupply Picu Harga Sewa Kantor di Jakarta Murah

Direktur Eksekutif Jakarta Property Institute Wendy Haryanto mengatakan, selama pandemi Covid-19, terjadi perubahan perilaku dan perubahan pola penggunaan ruang.

Kombinasi bekerja di kantor dan rumah masih menjadi pilihan masyarakat saat kelak pandemi Covid-19 berakhir.

"Mereka menilai kerja dari rumah sama efektifnya dengan di kantor," kata Wendy dalam acara diskusi bertajuk 'City After The Pandemic, How Will We Live, Work, and Play?' di Jakarta, Selasa (26/01/21).

Wendy menjelaskan, sebelum Pandemi Covid-19 bekerja dari rumah menjadi sesuatu yang nampaknya sulit dilakukan, namun saat ini cara tersebut bukan hal yang mustahil.

"Karenanya kombinasi bekerja di kantor dan di rumah berpotensi tetap berlangsung saat memasuki masa new normal," ujarnya.

Selain itu, 28,9 persen responden yang diwawancarai memilih waktu sepenuhnya bekerja dari rumah. Sedangkan hanya 8,6 persen responden yang ingin tetap total bekerja di kantor.

Adapun sisanya 7 persen memilih tetap bekerja di luar rumah karena karena bergerak di sektor komersial seperti pusat perbelanjaan, ruko, toko, dan sektor lain yang tak memungkinkan bekerja dari rumah.

Karenanya, Wendy menambahkan, ke depan bukan tidak mungkin akan ada banyak perusahaan yang menerapkan efisiensi ruang kantor. Hal itu sekaligus dapat menghemat dan memangkas pengeluaran.

Untuk diketahui, survei ini dilakukan pada periode 9 November 2020-27 November 2020 dengan metode kombiansi kuantitatif dan kualitatif.

Survei ini dilakukan secara online dan melibatkan 408 responden dengan rentang usia 20 tahun hingga 55 tahun.

Responden yang mengikuti survei ini berasal dari berbagai latar belakang yaitu pekerja kantoran (56,4 persen), pelajar dan mahasiswa (22,8 persen), pekerja lepas atau fresslancer  (10,8 persen), dan wiraswasta (10 persen).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER PROPERTI] 4 Sertifikat Tanah Milik Keluarga Nirina Zubir Diblokir BPN

[POPULER PROPERTI] 4 Sertifikat Tanah Milik Keluarga Nirina Zubir Diblokir BPN

Berita
Kehadiran Kawasan TOD Bisa Pangkas Emisi Karbon di Jakarta

Kehadiran Kawasan TOD Bisa Pangkas Emisi Karbon di Jakarta

Hunian
Sofyan Imbau Masyarakat Jangan Mudah Percaya Serahkan Sertifikat Tanah pada Orang Lain

Sofyan Imbau Masyarakat Jangan Mudah Percaya Serahkan Sertifikat Tanah pada Orang Lain

Berita
Jasa Marga Catat Overspeed Paling Banyak di Tol Layang MBZ dan Tol Dalam Kota

Jasa Marga Catat Overspeed Paling Banyak di Tol Layang MBZ dan Tol Dalam Kota

Berita
Bendungan Cipanas Penuhi Kebutuhan Irigasi Pertanian di Dua Kabupaten, Ini Progresnya

Bendungan Cipanas Penuhi Kebutuhan Irigasi Pertanian di Dua Kabupaten, Ini Progresnya

Konstruksi
Di Jepang, IKEA Sewakan Apartemen Mini Seharga Rp 12.481 Per Bulan

Di Jepang, IKEA Sewakan Apartemen Mini Seharga Rp 12.481 Per Bulan

Apartemen
Ciputra International Dipasarkan Melalui Virtual Marketing Gallery Experience

Ciputra International Dipasarkan Melalui Virtual Marketing Gallery Experience

Apartemen
Harga Properti Turun, Saatnya Berburu Hunian di Jakarta Barat

Harga Properti Turun, Saatnya Berburu Hunian di Jakarta Barat

Hunian
Hingga September 2021, SMF Cetak Laba Rp 400 Miliar

Hingga September 2021, SMF Cetak Laba Rp 400 Miliar

Berita
Berkat Digitalisasi, Krakatau Steel Raup Laba Bersih Rp 1,05 Triliun

Berkat Digitalisasi, Krakatau Steel Raup Laba Bersih Rp 1,05 Triliun

Berita
Mudahkan Konsumen Beli Baja, Krakatau Steel Luncurkan KRASmart Marketplace

Mudahkan Konsumen Beli Baja, Krakatau Steel Luncurkan KRASmart Marketplace

Berita
Jasa Sewa Mobil dan Okupansi Hotel di Mandalika Meningkat Tajam Saat WSBK

Jasa Sewa Mobil dan Okupansi Hotel di Mandalika Meningkat Tajam Saat WSBK

Berita
Ini Tantangan dalam Mencari Rumah, Apa Saja?

Ini Tantangan dalam Mencari Rumah, Apa Saja?

Perumahan
Mirip Wisma Atlet, Rusun ASN Rp 25 Miliar Mulai Dibangun di Papua

Mirip Wisma Atlet, Rusun ASN Rp 25 Miliar Mulai Dibangun di Papua

Apartemen
48.000 Sertifikat Tanah di Kaltim dan Kaltara Diserahkan Secara Bertahap

48.000 Sertifikat Tanah di Kaltim dan Kaltara Diserahkan Secara Bertahap

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.