Usai Pandemi, 55,6 Persen Karyawan Pilih Kombinasi WFO dan WFH

Kompas.com - 26/01/2021, 18:30 WIB
Ilustrasi work from home (Dok. SHUTTERSTOCK/ASIANDELIGHT) Ilustrasi work from home

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 yang belum usai mengubah pola perilaku dan aktivitas masyarakat.

Akibat pandemi Covid-19, sejumlah kebijakan pun diberlakukan. Termasuk keterisian perkantoran yang dipangkas separuhnya.

Alhasil, banyak perusahaan yang menerapkan opsi bekerja dari rumah atau work from home bagi karyawannya.

Jakarta Property Institute merilis data survei terkait pola kerja yang diinginkan masyarakat setelah Pandemi Covid-19 berakhir.

Dari total 408 responden, setengahnya atau 55,6 persen memilih kombinasi bekerja di kantor atau work from office (WFO) dan di rumah.

Baca juga: Oversupply Picu Harga Sewa Kantor di Jakarta Murah

Direktur Eksekutif Jakarta Property Institute Wendy Haryanto mengatakan, selama pandemi Covid-19, terjadi perubahan perilaku dan perubahan pola penggunaan ruang.

Kombinasi bekerja di kantor dan rumah masih menjadi pilihan masyarakat saat kelak pandemi Covid-19 berakhir.

"Mereka menilai kerja dari rumah sama efektifnya dengan di kantor," kata Wendy dalam acara diskusi bertajuk 'City After The Pandemic, How Will We Live, Work, and Play?' di Jakarta, Selasa (26/01/21).

Wendy menjelaskan, sebelum Pandemi Covid-19 bekerja dari rumah menjadi sesuatu yang nampaknya sulit dilakukan, namun saat ini cara tersebut bukan hal yang mustahil.

"Karenanya kombinasi bekerja di kantor dan di rumah berpotensi tetap berlangsung saat memasuki masa new normal," ujarnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X