Rest Area di Tol Trans-Jawa Dikembangkan Jadi Kawasan Transit Antar-moda

Kompas.com - 10/01/2021, 07:00 WIB
Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) tau rest area RESTA PENDOPO 456 soap diresmikan tahun 2020. Jevon WicaksonoTempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) tau rest area RESTA PENDOPO 456 soap diresmikan tahun 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mengembangkan empat konsep Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area.

Satu di antara empat konspe itu adalah kawasan transit antar-moda. Konsep ini bertujuan untuk mendukung kebutuhan bus Trans-Jawa.

Sehingga, bus-bus tersebut bisa menurunkan penumpang di rest area dan penumpang akan melanjutkan perjalanan dengan kendaraan lain yang akan mendistribusikan mereka ke tujuan sekitar.

Kepala BPJT Kementerian PUPR Danang Parikesit mengungkapkan hal itu dalam Laporan Kinerja BPJT Tahun 2020, Jumat (8/1/2021).

"Konsep pengembangan rest area ini tengah dikaji BPJT Kementerian PUPR dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait," tutur Danang.

Sementara konsep lainnya adalah menjadikan rest area sebagai destinasi wisata. Kehadiran rest area dengan konsep ini ditujukan untuk ruas tol yang memiliki pemandangan indah.

Ketiga, rest area sebagai hub logistik. Saat ini investor banyak membangun kawasan pergudangan di sepanjang jalan nasional dan berminat untuk mengembangkan kawasan tersebut yang terkoneksi dengan jalan tol.

Baca juga: Lapor, Ini Rincian 8 Ruas Jalan Tol Baru yang Beroperasi Tahun 2020

"Hal ini sebagaimana yang telah dilakukan negara maju seperti Amerika Serikat dan Jerman," tutur Danang.

Keempat, jalan tol termasuk rest area-nya akan dikembangkan dengan kawasan industri yang akan memberi daya ungkit pertumbuhan ekonomi lebih besar.

Konsep pengembangan rest area ini diterapkan di rest area Jalan Tol Cibitung-Cilincing yang nantinya akan terintegrasi dengan kendaraan truk muatan logistik.

Selain itu, Resta Pendopo 456 di Jalan Tol Semarang-Solo yang berkonsep modern dan tradisional sekaligus dijadikan obyek pariwisata bagi pengguna jalan tol.

Penyediaan fasilitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ( UMKM) pun telah dibangun dengan porsi 72 persen di rest area.

Misalnya, di sepanjang jalan tol di Pulau Jawa sudah terdapat 55 TIP Tipe A, 40 TIP Tipe B, dan 8 TIP Tipe C.

Sementara di Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) berupa 25 TIP Tipe A, 8 TIP Tipe B, dan 8 TIP Tipe C.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X