Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Saat yang Tepat Mengganti Furnitur?

Kompas.com - 31/12/2020, 16:42 WIB
Ardiansyah Fadli,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

Sumber The Spruce

KOMPAS.com - Furnitur atau perabotan rumah yang Anda miliki saat ini boleh jadi masih terlihat kokoh dan kuat.

Tetapi setelah beberapa tahun, 15 atau 20 tahun kemudian furnitur itu akan rapuh termakan waktu atau mengalami kerusakan.

Pada dasarnya tidak semua furnitur atau perabotan dapat bertahan lama. Meski perabotan tidak memiliki waktu kedaluarsa seperti makanan, tetapi suatu saat pasti mengalami kerusakan.

Awet atau tidaknya perabotan yang Anda miliki tergantung pada bahan dasar yang membentuknya.

Baca juga: Waspada, 8 Benda Ini Lebih Kotor ketimbang Toilet

Tak hanya itu, semakin sering perabotan digunakan juga semakin besar kemungkinan untuk mempersingkat waktu kerusakannya.

Umur rata-rata perabotan rumah lebih dari lima tahun. Sofa 7-15 tahun, kursi berlapis kain 7-10 tahun, kursi kayu 10-15 tahun, meja makan 15-20 tahun, dan meja kopi 5-10 tahun.

Kemudian tempat tidur 15-20 tahun, rak penyimpanan 10-20 tahun, meja 15 tahun, kursi kantor 7-10 tahun, furnitur teras 10 tahun, furnitur anyaman dan rotan 10 tahun, dan kasur 5-10 tahun.

Kemudian, ada beberapa ciri yang harus Anda ketahui, bahwa perabotan sudah mulai rusak dan perlu diganti:

1. Sofa 

Jika sofa berderit, bantal kendur, dan semua penyangga pinggang hilang, saatnya untuk diganti dengan yang baru.

Pelapis bernoda, bau, mengelupas, atau sobek adalah tanda-tanda bahwa perlu dilakukan penggantian atau setidaknya pekerjaan pelapisan baru.

2. Kursi berlapis kain

Petunjuk penggantian yang sama juga berlaku untuk kursi berlapis kain.

Satu hal tambahan yang perlu dievaluasi pada kursi ini adalah mekanisme berbaring. Jika mereka tidak lagi berfungsi dengan lancar, inilah waktunya untuk kursi baru.

3. Kursi kayu

Halaman:
Sumber The Spruce
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com