Kompas.com - 19/05/2020, 15:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mal di Thailand mulai dibuka kembali setelah dua bulan ditutup untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

Pembukaan mal disertai dengan sejumlah protokol dan prosedur baru yang harus diterapkan secara ketat.

Adaptasi pun dilakukan para pengelola agar operasional mal dapat berjalan lancar tanpa kendala. Termasuk pengelola Siam Paragon Shopping Mall.

Pengelola melibatkan robot-robot patroli untuk menegur dan mengingatkan para pengunjung agar selalu menggunakan masker.

Robot akan berhenti secara otomatis ketika manusia atau benda terlalu dekat dengannya dan dapat melihat orang yang tidak mengenakan masker dari jarak paling jauh 20 meter.

Baca juga: APPBI Ajukan Protokol Kesehatan di Mal, Ini Rinciannya...

Kemudian, robot ini akan memperingatkan pengunjung untuk menggunakan masker dengan benar, dan menjaga jarak satu sama lain. 

Robot yang menjaga di lantai pertama tidak hanya dapat mengenali pengunjung tanpa masker wajah, melainkan juga dapat mendeteksi suhu tubuh.

Jika pengunjung kedapatan melanggar aturan, robot akan benar-benar memberikan peringatan keras.

Penanggung jawab operasi robot, Worakrit Ouitrakul mengatakan, bahasa yang bisa digunakan para robot sementara hanya bahasa Thailand.

Namun begitu, Worakrit akan secepatnya memperbarui robot agar mampu berbicara dalam Inggris atau bahkan Cina.

Worakrit mengatakan, robot ini akan dioperasikan di Siam Paragon Shopping Mall selama dua bulan.

Setiap robot yang disewa dibanderol dengan harga 600.000 baht atau setara dengan Rp 278 juta.

Terlepas dari itu Worakrit mengeluh bahwa robot 200 kilogram buatan China ini masih belum cukup cerdas.

"Robot ini tidak bisa membedakan antara manusia nyata yang tidak mengenakan topeng dengan iklan besar yang bergambar manusia yang tidak memakai topeng," ujar Worakrit dikutip Kompas.com dari Khaosodenglish, Selasa (19/5/2020).

Oleh karena itu, untuk mendukung keamanan dan keselamatan operasional di mall, setiap pengunjung harus menyerahkan informasi pribadi seperti alamat, nomor ponsel, dan estimasi durasi berkunjung.

Selain robot, pengelola mal juga menggunakan aplikasi pelacakan yang bernama Thai Chana, atau Thai Victory.

Aplikasi ini dapat digunakan untuk melacak keberadaan pengunjung apabila terinfeksi di tempat-tempat baru.

Setiap calon pengunjung harus mengunduh aplikasi tersebut. Kemudian memindai kode QR saat memasuki pusat perbelanjaan.

Penerapan protokol area makan dan Toilet

Di bagian food court, pengelola mal juga menerapkan tata letak meja yang diatur berjarak 1 meter secara terpisah, dengan hanya satu kursi per meja.

Setiap orang harus duduk terpisah, walaupun mereka berasal dari rumah dan keluarga yang sama.

Garpu dan sendok didistribusikan oleh staf di beberapa tempat sehingga tidak ada yang dapat menginfeksi alat makan.

Peraturan baru juga diterapkan di toilet pria, urinal ditutup dengan plastik putih untuk mencegah pengguna buang air kecil terlalu dekat satu sama lain.

Eskalator juga memiliki stiker yang mengharuskan pengunjung untuk menjaga jarak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Khaosod
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.