KOMPAS.com - Jaringan kedai kopi global, Starbucks, akan mengoperasikan kembali 90 persen dari total seluruh gerainya di Amerika Serikat pada awal Juni mendatang.
Starbucks diketahui telah menutup seluruh gerainya di Amerika Serikat akibat masifnya penyebaran pandemi virus Corona.
Pengoperasian kembali gerai Starbucks disampaikan langsung oleh Chief Financial Officer Starbucks Patrick Grismer.
"Kami akan membuka kembali 90 persen gerai Starbucks (Amerika Serikat) pada Juni mendatang," ucap Patrick seperti dikutip dari CNN Business.
Baca juga: Starbucks Tutup Gerai di Sejumlah Mal dan Perkantoran di Indonesia
Patrick menjelaskan, pembukaan tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan jam operasional lebih pendek serta membuat peraturan baru berupa pedoman jaga jarak sosial (social distancing).
Pedoman jaga jarak sosial tersebut berlaku untuk karyawan dan pelanggan ketika berinteraksi baik layanan drive-thru, dine in, maupun take away.
Adapun, total gerai Starbucks di seluruh dunia sebanyak 32.050 toko dan 15.300 gerainya berada di Amerika Serikat.
Starbucks dilaporkan mengalami penurunan penjualan produknya sebanyak 10 persen di seluruh dunia.
Bahkan, penurunan penjualan juga dirasakan di Starbucks China sebesar 50 persen ketika pandemi virus Corona melanda negara tersebut.
Namun, perusahaan memutuskan untuk membuka kembali 4.350 gerai Starbucks di China lantaran sudah berangsur pulih.
Meski begitu, CEO Starbucks Kevin Johnson optimistis usaha kedai kopi raksasa yang ia pimpin akan mengalami kenaikan penjualan.
"Kami yakin merek Starbucks akan berada pada posisi yang baik. Dampak ini hanyalah sementara," ucap Kevin seperti dikutip dari Forbes.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.