Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sempat Terhenti, Pembangunan RS Akademi UGM Dilanjutkan

Kompas.com, 26 April 2020, 10:59 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan kembali pembangunan Rumah Sakit (RS) Akademi Universitas Gajah Mada (UGM) sebagai rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

RS Akademi UGM ini sempat dibangun dan pengerjaannya terhenti pada tahun 2010 silam dengan progres 75 persen.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, penyelesaian RS Akademi UGM ini merupakan bagian dari refocussing kegiatan Kementerian PUPR sebesar Rp 1,829 triliun untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19.

"Berdasarkan hasil penilaian teknis Balitbang PUPR, secara struktur gedung rumah sakit masih baik dan bisa dipakai. Dengan demikian, penyelesaian RS ini tidak memakan waktu terlalu lama. Target selesai adalah pada minggu ke-4 Mei 2020," jelas Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (25/4/2020).

Baca juga: 3 Tower Tambahan RS Covid-19 Wisma Atlet Tuntas, Giliran Tower 6 Dimodifikasi

RS tersebut terdiri dari dua gedung, Gedung A Yudhistira dan Gedung B Arjuna. Masing-masing terdiri dari lima lantai dengan luas seluruhnya sekitar 8.600 meter persegi.

Dilengkapi dengan 107 tempat tidur untuk rawat inap, ruang tindakan, maupun ruang isolasi.

Pembangunan lanjutan RS Akademi UGM ini dilakukan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Ditjen Cipta Karya dengan kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Pekerjaan perbaikan struktur meliputi screed beton (lapisan halus di atas beton/plester), penguatan baja, serta perbaikan membran.

Progres pekerjaan screed beton dan perbaikan membran Gedung A Yudhistira saat ini sudah mencapai 100 persen.

Sedangkan, penguatan baja masih mencapai 10 persen dan ditargetkan selesai Rabu (29/5/2020).

Selanjutnya, perbaikan struktur di Gedung B Arjuna untuk pekerjaan screed beton sudah mencapai 80 persen dan 10 persen untuk penguatan baja dan membran.

Target penyelesaiannya pada akhir April 2020.

Perbaikan fisik bangunan berupa pengecatan, instalasi air minum, listrik, dan hydran juga dilakukan.

Baca juga: Jaga Daya Beli, Pemerintah Percepat Program Padat Karya Tunai Rp 10 Triliun

Saat ini progres pekerjaan tersebut di Gedung A Yudhistira sudah mencapai 35 persen untuk instalasi kabel dan pipa saluran air, sedangkan untuk pekerjaan hydran masih 15 persen.

Kemudian, perbaikan fisik untuk pekerjaan instalasi kabel di Gedung B Arjuna sudah mencapai 60 persen dan instalasi pipa saluran air sebesar 20 persen.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau