KUPANG, KOMPAS.com - Kepala Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Timur (NTT) Darwis Sitorus mengatakan, selama Februari 2020 terjadi penurunan jumlah penumpang angkutan udara di NTT yang mencapai 9,61 persen
Darwis Sitorus menyampaikan hal tersebut melalui keterangan pers yang disiarkan via YouTube resmi BPS, Jumat (3/4/2020).
Menurut Darwis, pada Januari 2020 penumpang yang datang dan berangkat melalui 14 bandara di NTT sebanyak 300.151 orang, menurun menjadi 271.316 orang pada Februari 2020.
Baca juga: Gara-gara Corona, Tingkat Hunian Hotel di Kupang Hanya 10 Persen
"Namun, meski turun, jumlah penumpang angkutan udara pada Februari tahun ini lebih tinggi ketimbang periode yang sama tahun 2019 yang sebanya 221.016 orang," jelas Darwis.
Berdasarkan data penumpang angkutan udara per bandara yang ditayangkan BPS, penurunan penumpang berangkat maupun penumpang datang, terjadi hampir di seluruh bandara.
Kecuali Bandara Frans Sales Lega di Manggarai, Bandara Gewayantana di Flores Timur, Bandara Wunopito di Lembata, dan Bandara Terdamu di Sabu Raijua.
Sementara itu, penurunan penumpang terbanyak terjadi di Bandara Komodo, Labuan Bajo, sebanyak 20,8 persen.
Baca juga: Pemkab Manggarai Barat Bebaskan Retribusi Hotel dan Restoran di Labuan Bajo
Disusul Bandara Mali di Alor 15,20 persen, Bandara AA Bere Tallo di Kabupaten Belu sebanyak 20,89 persen, dan Bandara Frans Seda di Sikka 12,53 persen.
Selanjutnya Bandara HH Aroeboesman di Ende sebesar 11,26 persen.
Penurunan penumpang juga terjadi di Bandara El Tari Kupang sebesar 5,38 persen.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.