JAKARTA, KOMPAS.com - Wabah SARS-CoV-2 yang melanda berbagai negara di dunia turut memengaruhi bisnis properti khususnya penyewaan kantor di Asia Pasifik.
Riset terbaru Cushman & Wakefield berjudul APAC Office Report Outlook 2020 menyebutkan, selepas dampak ekonomi terkait perang dagang antara China dan Amerika Serikat, kawasan ini kembali diterpa badai pandemi Corona.
Menurut riset tersebut, pertumbuhan sewa kantor Grade A pada kuartal IV-2019 sudah menunjukkan ada pelambatan karena situasi ekonomi serta adanya pasokan baru.
Baca juga: Melihat Peluang Bisnis Perkantoran Dunia di Tengah Wabah Corona
Kondisi tersebut juga terjadi di pasar perkantoran Jakarta. Sejak tahun 2015, pasokan baru ruang perkantoran di area Central Business District (CBD) Jakarta seluas 2,2 juta meter persegi.
Hal ini membuat Jakarta mengalami kelebihan pasokan tiga tahun setelahnya.
Selain itu, riset ini juga menyebutkan dua area premium Jakarta yakni Thamrin dan Kuningan menjadi wilayah pengembangan paling atraktif, di mana 70 persen pasokan baru di CBD berada di dua area ini.
"Wabah Covid-19 ini mungkin akan memperpanjang situasi saat ini, dengan kondisi pasar sudah mengalami penurunan permintaan," ucap Director and Strategic Consulting Cushman & Wakefiled Indonesia Arief Rahardjo dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (27/3/2020).
IlustrasiKondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tingkat hunian menurun. Hal ini pun membuat permintaan diprediksi berada dalam kondisi serupa.
Arief mengatakan, penyerapan ruang perkantoran tahun ini diproyeksi hanya sebesar 50.000 meter persegi.
Tak hanya tingkat hunian, kondisi ini pun memengaruhi harga ruang perkantoran di Jakarta. Pada tahun 2019, harga sewa perkantoran mencapai Rp 354.000 per meter persegi.
Pada tahun ini, harga juga diperkirakan merosot menjadi Rp 336.000 per meter persegi per bulan.
"Dengan kondisi yang lebih menguntungkan penyewa, tenant diharapkan dapat mengambil keuntungan dari kondisi pasar dengan mencari tempat yang lebih berkualitas dengan harga sewa yang menarik," ucap Arief.
Namun hal ini tidak akan berlangsung lama. Pada tahun 2021, tingkat hunian diperkirakan meningkat.
Adapun penyerapan ruang kantor pada tahun 2021 diperkirakan seluas 290.000 meter persegi pada tahun 2021.
Baca juga: 75 Hektar, Ruang Kosong Perkantoran di Luar CBD Jakarta!
Meningkatnya angka penyerapan tersebut didorong oleh relokasi maupun perluasan penyewaan ruang dari tenant yang berasal dari sektor bisnis, perbankan dan keuangan, sektor jasa, asuransi, e-commerce, dan ruang kerja bersama (co-working space).
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.