JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun 11 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu di lima provinsi.
Pembangunan 11 PLBN telah diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan 11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan.
Baca juga: Sarana Penunjang PLBN Motamasin Selesai Juli 2020
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dari 11 PLBN tersebut, satu lokasi sudah selesai yakni PLBN Sota di Merauke karena telah dibangun sejak tahun 2019. Adapun pos lainnya baru akan dibangun pada tahun 2020.
"Untuk PLBN Sota, Menteri Polhukam akan melaporkan kepada Presiden tentang kesiapan untuk dapat diresmikan," ucap Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (20/2/2020).
Selain PLBN Sota, 10 pos lainnya antara lain PLBN Yetetkun di Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua, Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang dan Sei Kelik di Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat, Sei Pancang Sebatik, Long Midang, dan Labang di Kabupaten Nunukan dan Long Nawang di Kabupaten Malinau di Provinsi Kalimantan Utara.
Kemudian PLBN Serasan di Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau, Oepoli di Kabupaten Kupang dan Napan di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kementerian PUPR prioritaskan pembangunan 11 PLBNAdapun total anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 11 milliar yang bersumber dari pagu Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya tahun 2020.
Basuki menyampaikan pembangunan PLBN tidak hanya bertujuan untuk pos lintas batas negara, namun juga akan didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Salah satu caranya adalah dengan membangun pasar.
Dengan demikian, kehadiran PLBN dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan.
Selain PLBN, Kementerian PUPR juga membangun fasilitas lainnya seperti bangunan utama, bangunan pemeriksa terpadu kedatangan, klinik, carwash/disifectant, jembatan timbang, pemindai truk.
Ada pula bangunan pemeriksaan keberangkatan, gudang sita, bangunan utilitas, gedung check point, dan monumen.
Kemudian fasilitas lain yang diberikan adalah jalan paralel perbatasan, jalan akses menuju pos lintas batas, dan pengembangan infrastruktur permukiman di kawasan perbatasan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.