Tarif Tol Pondok Aren-Serpong Naik untuk Kendaraan Pribadi

Kompas.com - 29/01/2020, 17:29 WIB
Tol Serpong menuju Bintaro dan Jakarta dibuka setelah ada JPO ambrol, Senin (16/5/2016) sekitar pukul 07.30. Nibras Nada NailufarTol Serpong menuju Bintaro dan Jakarta dibuka setelah ada JPO ambrol, Senin (16/5/2016) sekitar pukul 07.30.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak hanya Tol Dalam Kota Jakarta, Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) ruas Pondok Aren-Serpong juga akan mengalami kenaikan tarif untuk kendaraan Golongan I dan II.

Sebelumnya tarif untuk kendaraan Golongan I sebesar Rp 6.500 dan Golongan II sebesar Rp 11.500. Dengan penyesuaian ini, tarif baru kedua golongan kendaraan tersebut menjadi Rp 7.000 dan Rp 13.500.

Direktur Utama PT Bintaro Serpong Damai (BSD) Purwoto selaku pengelola Tol Pondok Aren-Serpong menuturkan, penyesuaian tarif baru Tol Pondok Aren-Serpong ini mulai berlaku pada 31 Januari 2020 pukul 00.00 WIB.

Baca juga: 1 Februari, Tarif Tol Dalam Kota Turun untuk Tiga Golongan Kendaraan

Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 1233/KPTS/M/2019 tentang penyesuaian tarif pada ruas Jalan Tol Pondok Aren-Serpong, menjadi dasar penyesuaian tarif.

Perubahan tarif tol juga telah diatur dalam Pasal 48 ayat (3) Undang Undang (UU) Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Pasal 68 ayat (1) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan PP Nomor 30 Tahun 2017 tentang perubahan ketiga atas PP Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol.

Bertolak dari regulasi tersebut, evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan pengaruh inflasi.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki AHdimuljono melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah mengeluarkan keputusan penyesuaian tarif tol.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk pengembalian investasi dan biaya operasional/pemeliharaan jalan tol dan untuk mempertahankan Standar Pelayanan Minimal (SPM) terhadap semua ruas jalan tol di Indonesia.

Keputusan ini juga sudah diatur dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) antara Pemerintah dengan Investor.

"Jadi, keputusan menyesuaikan tarif ini sudah sesuai dengan penilaian dan evalusi atas pemenuhan seluruh Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah ditetapkan oleh BPJT," kata Purwoto kepada Kompas.com, Rabu (29/1/2020).

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X