Kompas.com - 23/01/2020, 15:27 WIB
(Kiri-Kanan) Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hungaria Péter Szijjártó dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai breakfast meeting di Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis, (23/1/2020). Kompas.com/Suhaiela(Kiri-Kanan) Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hungaria Péter Szijjártó dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai breakfast meeting di Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis, (23/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan rencana pembangunan lima ruas tol baru di Bali dari total 16 ruas tol yang direncanakan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Di Bali mau bangun 16 ruas tol baru, ada (rencana). Namun saat dilihat tata ruangnya, yang disepakati dan disetujui baru ada lima ruas. Di antaranya Denpasar-Gilimanuk, Gilimanuk-Tabanan," terang Basuki usai breakfast meeting dengan Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa dan Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hungaria Péter Szijjártó di Kementerian PUPR, Kamis (23/1/2020).

Baca juga: Jalan Pintas Dibangun, Denpasar-Singaraja Hanya 1,5 Jam

Salah satu ruas yang akan dibangun adalah Tol Denpasar-Gilimanuk yang merupakan prakarsa dari investor atau badan usaha jalan tol (BUJT). 

"Itu baru masuk di tata ruang. Ada yang mengusulkan sebagai pemrakarsa itu Denpasar-Gilimanuk. Tapi masih belum diputuskan, karena masih dikaji," jelas Basuki.

Sementara itu Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan, pembangunan Tol Denpasar-Gilimanuk masih dalam tahap proses pengajuan prakarsa dari investor.

"Mereka telah melakukan kajian dan penelitian terkait kebutuhan masyarakat akan jalan tol," kata Danang.

Namun Danang tidak bersedia menyebutkan nama investor pemrakarsa tersebut karena masih terlalu dini.

Secara teknis, Jalan Tol Denpasar-Gilimanuk akan dibangun di sisi darat dan sebagai penghubung dengan Pulau Jawa akan diintegrasikan dengan angkutan penyeberangan.

"Fokus kami adalah pelayanan publik, sejauh publik membutuhkan jalan tol, kami sediakan. Kalau publik tidak membutuhkan maka investasi BUJT tidak akan kembali," tuntas Danang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.