75 Hektar, Ruang Kosong Perkantoran di Luar CBD Jakarta!

Kompas.com - 22/01/2020, 21:44 WIB
Ilustrasi gedung perkantoran. z6consulting.comIlustrasi gedung perkantoran.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sama halnya dengan area gedung perkantoran Central Business District (CBD) Jakarta, gedung di area non-CBD juga mengalami peningkatan ruang kosong. 

Bahkan, peningkatan ruang kosong ini lebih tinggi dibanding perkantoran di area CBD Jakarta yang mencatat 24,4 persen.

Tahun 2019, tingkat kekosongan hunian gedung perkantoran non-CBD mencapai 25 persen atau 75 hektar dari total 3 juta meter persegi.

Angka ini naik sekitar satu persen dibanding tahun 2018 yang mencapai 24 persen.

"Lonjakan tingkat kekosongan kantor di daerah non-CBD disumbang dari daerah Jakarta Timur sebesar 35 persen," terang Head of Research and Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus dalam Media Briefing, Jakarta, Rabu (20/1/2020).

Baca juga: Pasokan Meluber, Harga Sewa Kantor Non-CBD Jakarta Tertekan

Hal yang sama juga terjadi pada area perkantoran Jakarta Pusat sebesar 30 persen dan disusul daerah Jakarta Selatan sekitaran angka 20 persen.

Di samping mengalami tingkat kekosongan, area perkantoran non-CBD justru didominasi perkantoran grade B sebesar 60 persen, sedangkan grade A hanya mencapai 12 persen.

Meski tingkat kekosongan terus tumbuh, sewa gedung perkantoran di area non-CBD dinilai relatif stabil. Harga sewa rata-rata sebesar Rp 127.000 per meter persegi per bulan.

Anton memprediksi, tahun 2021 mendatang terjadi penyesuaian harga sewa perkantoran karena akan terjadi peningkatan permintaan dari tenants (penyewa).

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X