Ruang Kosong Perkantoran Jakarta Terus Meluas

Kompas.com - 22/01/2020, 20:49 WIB
Ilustrasi gedung perkantoran. z6consulting.comIlustrasi gedung perkantoran.

JAKARTA, KOMPAS.com - Head of Research and Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus mengatakan terjadi ruang kosong gedung perkantoran di area Central Business District (CBD) di Jakarta terus meluas tahun ini.

Tingat kekosongan tersebut bakal menyentuh angka 25 persen atau 1,65 juta meter persegi, lebih luas dari tingkat kekosongan tahun 2019 yang menyentuh angka 24,4 persen.

Catatan tahun 2019 itu naik sekitar 0,4 persen dibanding tahun 2018 yang mencapai angka 24,0 persen.

Menurut Anton, hal tersebut disebabkan melimpahnya pasokan gedung baru maupun beberapa penyewa (tenant) berpindah ke gedung perkantoran baru.

"Dengan opsi-opsi gedung baru dengan harga yang murah bisa menarik tenant-tenant atau existing tenant  untuk pindah ke gedung-gedung baru tersebut. Gedung yang lama akhirnya mereka tinggalkan," tutur Anton saat Media Briefing di Kantor Savills Indonesia, Rabu, (22/1/2020).

Sementara itu, tingkat kekosongan gedung perkantoran yang paling luas terjadi di gedung grade A yang hampir menyentuh angka 35 persen, kemudian disusul dengan gedung premium sebesar 25 persen.

Baca juga: Co-working Space, Pengisi Utama Perkantoran Jakarta

Sementara gedung grade B dan C masing-masing mencatat tingkat kekosongan sebanyak 15 persen.

Meski terjadi tingkat kekosongan yang tinggi pada gedung grade A, harga sewa perkantoran gedung perkantoran masih stabil.

Rata-rata harga sewa seluruh gedung perkantoran di area CBD sebesar Rp 202.000 per meter persegi.

Hanya saja, gedung perkantoran premium mengalami penurunan harga sewa sebanyak 2,2 persen pada tahun 2019.

"Dari perkembangan harga sepanjang 2019 itu, harga rata-rata di daerah CBD itu sudah mulai stabil, yang premium (naik) sekitar 2,2 persen tahun lalu," ucap Anton.

Menurut Anton, tren kekosongan pada gedung perkantoran akan meningkat tahun 2020 dibanding tahun 2019 seiring dengan pasokan gedung perkantoran yang terus bertambah.

"Ini kami masih pakai prediksi yang agak moderate dan konservatif ya. Kami katakan, vacancy (kekosongan) tidak akan lebih tinggi lagi, tapi dengan prediksi yang konservatif kita memberikan ruang bahwa vacancy di daerah CBD sekitar 25 persen harusnya mulai menurun ya," jelas Anton.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X