Cegah Banjir Semarang, Kementerian PUPR Segera Ganti 5 Pompa Air

Kompas.com - 13/01/2020, 15:00 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono  pada acara Entry Meeting Atas Pemeriksaan Laporan Keuangan T.A 2019 pada Entitas di Lingkungan Auditoriat Keuangan Negara (AKN) IV, di Auditorium BPK, Senin (6/1/2020).
Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRMenteri PUPR Basuki Hadimuljono pada acara Entry Meeting Atas Pemeriksaan Laporan Keuangan T.A 2019 pada Entitas di Lingkungan Auditoriat Keuangan Negara (AKN) IV, di Auditorium BPK, Senin (6/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono akan mempercepat penggantian lima pompa yang berfungsi sebagai penyedot air di Kali Sringin, Semarang, Jawa Tengah, paling lambat akhir Januari 2020.

Dengan beroperasi lima pompa tersebut, maka dapat mengoptimalkan Sistem Polder Kali Sringin untuk pengendalian banjir di Semarang bagian Timur.

"Saya menilai keberadaan lima pompa air ini sangat penting dan harus beroperasi penuh selama 24 jam," ujar Basuki dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Minggu, (12/1/2020).

Menurut Basuki, jika pompa tak beroperasi sempurna maka penyedotan air akan terganggu.

Sistem Polder Kali Sringin dirancang untuk dapat menyedot air hingga 10 meter kubik per detik atau 10.000 liter per detik dengan lima pompa berkapasitas masing-masing 2.000 liter per detik untuk kemudian memompa air ke laut.

Dari lima pompa yang ada hanya satu yang beroperasi optimal. Untuk itu, Basuki meminta penggantian kelima pompa tersebut dengan yang baru.

Baca juga: Selain Bendungan Karian, Pemerintah Bangun Tanggul Atasi Banjir Lebak

Penggantian pompa tersebut akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama akan dipasang dua pompa baru pada Selasa, (14/1/2020) mendatang.

Basuki akan mengawasi langsung perbaikan dan pemasangan pompa air di Kali Sringin, karena sangat vital dalam menangani dan mengendalikan air rob dan banjir di Semarang bagian Timur.

Dengan beroperasinya pompa di Kali Sringin dan Kali Tenggang dapat mengatasi banjir rob yang sering menggenangi wilayah Genuk, Kaligawe, dan sekitarnya.

Basuki menjelaskan, dari hasil pengecekan lapangan yang dilakukan, ketinggian air Kali Sringin masih dalam batas aman untuk menghadapi terjadinya hujan deras dalam waktu yang lama.

"Tadi saya cek langsung kedalaman air hingga ke dasar Kali, masih 1,5 meter dan itu harus diturunkan hingga 0,5 meter sebagai elevasi aman untuk menampung debit air saat hujan. Untuk itu, lima pompa tersebut harus berfungsi optimal," tuntasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X