Kompas.com - 10/01/2020, 14:20 WIB
Podomoro City Extension merupakan penyumbang terbesar terhadap total penjualan marketing, sebanyak Rp 1,3 triliun. www.skyscrapercity.comPodomoro City Extension merupakan penyumbang terbesar terhadap total penjualan marketing, sebanyak Rp 1,3 triliun.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menegaskan bahwa Mal dan Apartemen Central Park bukanlah tempat kegiatan perusahaan Fintech Peer to Peer Lending (FP2PL) ilegal.

Dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, Jumat (10/1/2020), Sekretaris Perusahaan APLN Justini Omas mengatakan, Central Park merupakan nama untuk mal dan apartemen yang dikembangkan oleh APLN.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Properti ini berlokasi di kawasan multifungsi Podomoro City, Jl S Parman Kavling 28, Jakarta Barat.

Sebagai perusahaan terbuka, imbuh Justini, APLN selalu menaati seluruh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Baca juga: Tanggapan Agung Podomoro Soal Tunggakan Pajak Baywalk Mall

Selain itu, perusahaan juga senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian, termasuk dalam memilih penyewa atau tenant yang melakukan kegiatan usaha di mal dan apartemen Central Park.

"Prinsip kehatian-hatian merupakan prioritas kami dalam menjalankan kegiatan usaha. Pemilihan tenant di Mal Central Park juga sudah melalui mekanisme yang ketat," tegas Justini.

Oleh karena itu, dia menyayangkan penyebutan nama Central Park dalam surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurut Justini, hal ini dapat berdampak sangat negatif pada reputasi APLN.

Sebelumnya diberitakan, OJK telah mengeluarkan surat larangan kepada para perusahaan FP2PL berizin dan terdaftar untuk berkantor di daerah-daerah tertentu, di antaranya Central Park (Jakarta Barat) dan Pluit (Jakarta Utara),

Dalam surat itu disebutkan pula, OJK mengetahui banyak perusahaan FP2PL beroperasi tanpa terdaftar/berizin OJK berkantor di dua daerah tersebut.

Selain itu, terdapat pihak lain yang menyediakan jasa penunjang untuk mendukung beroperasinya perusahaan FP2PL yang tidak terdaftar/berizin di OJK.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.