Gedung Bertingkat Menengah Runtuh, Potret Kegagalan Konstruksi

Kompas.com - 06/01/2020, 18:27 WIB
Kondisi bangunan yang ambruk di Jalan Brigjen Katamso, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (6/1/2020). Sebanyak 11 orang menjadi korban dari ambruknya bangunan empat lantai yang penyebabnya masih terus diselidiki ini. KOMPAS.com/BONFILIO MAHENDRAKondisi bangunan yang ambruk di Jalan Brigjen Katamso, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (6/1/2020). Sebanyak 11 orang menjadi korban dari ambruknya bangunan empat lantai yang penyebabnya masih terus diselidiki ini.

RUNTUHNYA bangunan gedung 5 lantai di Slipi, Jakarta Barat, pada Senin (6/1/2020) pukul 09.15 WIB, menggambarkan sebagian dari potret wajah konstruksi di Jakarta.

Ini merupakan kasus kegagalan bangunan gedung dengan ketinggian menengah (mid rise building), selain kasus sejumlah bangunan gedung tinggi (high rise building) lainnya.

Namun demikian, perlu ada kajian mendalam apakah benar-benar gagal dalam proses desain, gagal dalam proses konstruksi atau gagal dalam proses operasional.

Dari pengamatan visual yang dipilih dari berbagai sumber, bangunan gedung yang runtuh, dapat diindikasikan mengalami kegagalan administrasi proyek atau kegagalan teknis.

Dalam perspektif teknis, hal ini perlu dicermati, pertama apakah fungsi bangunan gedung saat ini sesuai dengan fungsi dalam desain awal? Jika ada perubahan fungsi harus disertai analisis pendukung yang valid.

Kedua, apakah desain bangunan gedung saat ini sesuai desain awal, atau ada perubahan desain? Setiap perubahan desain harus disertai kajian komprehensif dan profesional agar kegagalan bangunan gedung tidak terjadi seperti saat ini.

Ketiga, dari pengamatan visual runtuh, terlihat elemen struktur berupa kolom, balok, plat lantai dalam sistem struktur, "terlepas" dan tidak mampu menahan beban yang ada.

Keempat, dari pengamatan visual, kualitas bahan bangunan gedung demikian buruk, dan tidak mampu menyatu secara sistem untuk menahan beban yang direncanakan.

Kelima, terrlihat bangunan gedung telah direnovasi. Apakah proses konstruksi renovasi yang dilakukan berkualitas? Bagaimana proses renovasi mencermati elemen bangunan gedung yang lama dan yang baru? Menyatu atau tidak?

Sementara dari perspektif administrasi proyek, beberapa hal yang perlu dicermati adalah pertama, bagaimana status desain telah mengalami pembaruan? Apakah desain dilakukan oleh pihak yang ahli?

Kedua, setelah memcermati desain, bagaimana status izin mendirikan bangunan (IMB)-nya? Apakah IMB yang ada sudah diperbarui sesuai aktualitas desain dan hasil konstruksi?

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X