Indonesia-Jepang Sepakat Perpanjang Kerja Sama Infrastruktur

Kompas.com - 26/12/2019, 20:16 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat memberi sambutan terkait peresmian ekspor perdana Alat Pengukur Kekuatan Jalan (APKJ) di Lobby Utama Kementerian PUPR, Selasa, (10/12/2019). Kompas.com/SuhaielaMenteri PUPR Basuki Hadimuljono saat memberi sambutan terkait peresmian ekspor perdana Alat Pengukur Kekuatan Jalan (APKJ) di Lobby Utama Kementerian PUPR, Selasa, (10/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) bersama Pemerintah Jepang yang diwakili oleh Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata (MLIT) Jepang Akaba Kazuyoshi menandatangani perpanjangan kesepakatan pembangunan infrastruktur.

Kerja sama pembangunan infrastruktur sebelumnya, akan berakhir pada Minggu (29/12/2019) mendatang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri MLIT Akaba Kazuyoshi menandatangani kerja sama tersebut di Gedung Kementerian PUPR, Kamis (26/12/2019).

Kesepakatan kerja sama ini meliputi delapan lingkup eksisting, seperti pengelolaan sumber daya air (SDA), pengelolaan air limbah domestik, jalan dan jembatan, bangunan gedung, dan penyediaan perumahan.

Kemudian, pengembangan wilayah dan perkotaan, pengelolaan bencana, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia ( SDM), serta dua lingkup tambahan baru seperti pembiayaan infrastruktur dan jasa konstruksi.

“Kerja sama yang kami kembangkan ini sesungguhnya merupakan penghubung antara rakyat Jepang dan rakyat Indonesia. Ini meningkatkan kerja sama, friendship, people to people relationship dengan moto kerja bersama dan maju bersama,” terang Basuki.

Pertemuan Basuki dan Kazuyoshi membahas masalah water disaster management, kereta semi cepat Jakarta-Surabaya, jalan akses Pelabuhan Patimban, Jalan Tol Padang-Payakumbuh-Pekanbaru, dan partisipasi Jepang dalam pemindahan Ibu Kota Negara.

Dalam penanganan bencana air, Pemerintah Indonesia dan Jepang sedang menjalin kerja sama dengan studi bendungan di Bendungan Kedungombo Kabupaten Grobokan dan Bendungan Sutami di Kabupaten Malang.

Baca juga: Kepolisian dan Jasa Marga Kerjasama Pakai Kamera ETLE Lebih Canggih

Studi Bendungan Kedungombo dilakukan oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) yang selesai pada akhir Desember 2019. Sedangkan, Studi Bendungan Sutami dilakukan oleh MLIT.

Kazuyoshi mengatakan bahwa dengan adanya bendungan memiliki peran penting terutama bagi wilayah yang sering terkena bencana banjir seperti di Indonesia dan Jepang.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X