6 Fakta Tol Serambi Mekkah dengan Nilai Fantastis Rp 23,35 Triliun

Kompas.com - 22/12/2019, 11:37 WIB
ilustrasi jalan tol ilustrasi jalan tol

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah terus meningkatkan konektivitas antar pusat pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera.

Terutama mempercepat pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera yang bertujuan memangkas biaya logistik agar daya saing produk Indonesia meningkat.

Jalan Tol Trans Sumatera yang dirancang sepanjang 2.974 kilometer, terdiri dari koridor utama 2.062 kilometer dan koridor pendukung 890 kilometer terus dikerjakan dan sebagian sudah rampung.

Salah satu ruas tol yang mulai dibangun adalah Jalan Tol Ruas Binjai-Langsa yang membentang sepanjang 130,9 kilometer.

Jalan tol ini merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera yang menguhubungkan Provinsi Sumatera Utara dan Bumi Serambi Mekkah, Aceh.

Baca juga: Hutama Karya Garap Tol Binjai-Langsa Senilai Rp 23,35 Triliun

Dimulainya pembangunan jalan tol tersebut ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) oleh Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Danang Parakesit dan Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Bintang Perbowo disaksikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, di Kantor Kementerian PUPR, Jumat (20/12/2019).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, jalan tol ini merupakan salah satu ruas prioritas dan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Kehadiran jalan ini dapat meningkatkan pergerakan logistik dari Provinsi Sumatera Utara menuju Provinsi Aceh dan mendukung pengembangan wilayah yang berada di sekitar jalan tol," kata Basuki.

Berikut fakta Jalan Tol Bintai-Langsa:

1. Panjang jalan

Jalan bebas hambatan berbayar ini didesain sepanjang 130,9 kilometer, menghubungkan kota Binjai di Sumatera Utara dan Langsa di Aceh.

2. Dilengkapi 5 Simpang Susun

Jalan Tol Binjai-Langsa dilengkapai dengan lima simpang susun (SS) yaitu SS Stabat, SS Tanjung Pura, SS Pangkalan Brandan, SS Kuala Simpang, dan SS Langsa.

3. Data teknis

Tol Binjai-Langsa bakal memiliki lebar 3,6 meter dengan 2 X 2 lajur (tahap awal0 dan 2 x 3 lajur (tahap akhir), serta lebar lajur sepanjang 3,6 meter.

4. Badan Usaha Jalan TOL (BUJT)

PT Hutama Karya (Persero) ditugaskan pemerintah untuk membangun jalan tol ini dengan rencana penyelesaian akhir 2023.

5. Nilai investasi

PT Hutama Karya (Persero) menganggarkan investasi senilai Rp 23,35 miliar untuk membangun jalan tol ini

6. Operasional

Setelah konstruksi diselesaikan pada akhir 2023, pembukaan jalan bebas hambatan ini dijadwalkan pada awal 2024.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X