Jasa Marga Usulkan Integrasi Tarif Tol Layang Cikampek

Kompas.com - 20/12/2019, 17:31 WIB
Sejumlah kendaraan petugas jalan tol melintas di area pengerjaan perbaikan sisi sambung jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated), di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/12/2019). PT Jasa Marga melakukan pembenahan dengan perbaikan siar muai (expansion joint) di puluhan titik Tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated), jelang beroperasi fungsional pada 20 Desember 2019. ANTARA FOTO/Risky AndriantoSejumlah kendaraan petugas jalan tol melintas di area pengerjaan perbaikan sisi sambung jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated), di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/12/2019). PT Jasa Marga melakukan pembenahan dengan perbaikan siar muai (expansion joint) di puluhan titik Tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated), jelang beroperasi fungsional pada 20 Desember 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Operasional PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur mengusulkan tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek terintegrasi dengan ruas di bawahnya.

Namun menurutnya, jika tarif tol Jakarta-Cikampek eksisting dan tol layang tidak terintegrasi, maka peran jalan tol layang sebagai jalur distribusi kendaraan tidak berfungsi.

"Intinya terintegrasi. Jadi untuk tarif yang baru itu terintegrasi. Jadi nanti semua yang jauh mau lewat bawah atau atas itu sama. Nah ini yang kami usulkan," ujar Subakti saat Konferensi Pers Kesiapan Jasa Marga Menghadapi Libur Nataru, Kamis (19/12/2019).

Baca juga: Tahun Depan, Pemberlakuan Tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek

Jalan Tol Jakarta-Cikampek eksisting sudah dioperasikan sejak tahun 1988. Untuk diketahui, tarif terjauh adalah Rp 15.000.

Menurut Subakti, jika tarif dua jalan tol tersebut tidak terintegrasi, maka saat ada rekayasa atau one way, kendaraan jarak jauh yang lewat bawah akan dialihkan ke atas harus membayar tarif yang sama.

"Yang pasti logikanya yang bawah dibangun cukup lama, pada tahun 1988. Tarif per kilometernya Rp 200. Sedangkan atas (usulan) tarif per kilometernya Rp 1.250. Jadi kalau diintegrasikan untuk jarak terjauh akan lebih mahal," ucap dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut, selain sistem tarif, pihaknya juga mengusulkan sistem operasi transaksi antar jalan juga turut terintegrasi.

Hal ini dianggap memudahkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan jarak jauh. Meski begitu, kedua usulan tersebut masih dalam pembahasan pemerintah.

"Yang kami usulkan, pertama sistem operasi transaksinya teritegrasi. Kemudian sistem tarifnya terintegrasi. Besarannya berapa belum diputuskan," kata Subakti.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X