Tertarik Mendapatkan Bantuan Ruang Kreatif? Ini Syaratnya

Kompas.com - 18/12/2019, 08:01 WIB
AB BC Building tempat penyelenggaraan pameran Art Bali. Bangunan ini merupakan satu dari beberapa penerima bantuan pemerintah (banper) Baparekraf. www.bekraf.go.id/AB BC Building tempat penyelenggaraan pameran Art Bali. Bangunan ini merupakan satu dari beberapa penerima bantuan pemerintah (banper) Baparekraf.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Baparekraf) mengalokasikan dana Rp 48 miliar kepada 44 komunitas kreatif. Dana tersebut merupakan bagian dari program bantuan pemerintah (banper) Baparekraf.

Deputi Bidang Infrastruktur Baparekraf Hari Santosa Sungkari mengatakan, tahun ini banper telah digunakan untuk merevitalisasi 25 ruang kreatif, 2.364 unit sarana, dan 479 sarana teknologi informasi.

Baca juga: Baparekraf Serahkan Bantuan kepada 44 Komunitas Kreatif

Sejak tahun 2017, program ini telah merevitalisasi 59 ruang kreatif, 9.490 unit sarana, serta 1.713 unit sarana teknologi informasi dan komunikasi.

Khusus untuk revitalisasi ruang kreatif, Hari mengatakan, komunitas yang tertarik mendapatkan bantuan sudah harus berbadan hukum.

Selain itu, yayasan atau komunitas tersebut juga telah berdiri selama minimal dua tahun.

"Tidak boleh yang baru berdiri," ujar Hari kepada Kompas.com.

Para pengaju bantuan juga harus memiliki program untuk pengembangan ekonomi kreatif.

Program tersebut terdiri dari 16 sub-sektor, antara lain aplikasi dan pengembang permainan, arsitektur, desain interior, kuliner, musik.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyerahkan Bantuan Pemerintah (Benpar) Bekraf 2019. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Menteri Parekraf Wishnutama di Jakarta, Senin (16/12/2019).KOMPAS.com/ROSIANA HARYANTI Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyerahkan Bantuan Pemerintah (Benpar) Bekraf 2019. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Menteri Parekraf Wishnutama di Jakarta, Senin (16/12/2019).

Ada pula desain komunikasi visual, desain produk, fashion, fotografi, kriya, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio, lalu film animasi dan video.

Sedangkan untuk bangunan yang akan direvitalisasi, Hari menuturkan gedung yang dimiliki harus sudah berdiri.

"Asal jangan fondasi baru, enggak boleh. Gedung yang ada direnovasi, ditambah jadi lima lantai misalnya, itu bisa," kata Hari.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X