Perdana, Indonesia Ekspor Pengukur Kekuatan Jalan ke Timor Leste

Kompas.com - 10/12/2019, 16:19 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat memberi sambutan terkait peresmian ekspor perdana Alat Pengukur Kekuatan Jalan (APKJ) di Lobby Utama Kementerian PUPR, Selasa, (10/12/2019). Suhaiela Bahfein/Kompas.comMenteri PUPR Basuki Hadimuljono saat memberi sambutan terkait peresmian ekspor perdana Alat Pengukur Kekuatan Jalan (APKJ) di Lobby Utama Kementerian PUPR, Selasa, (10/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan ekspor perdana alat pengukur kekuatan jalan (APKJ) atau Falling Weight Deflectometer (FWD) ke Timor Leste, Selasa (10/12/2019).

Peresmian tersebut ditandai dengan acara pemecahan kendi yang dilakukan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Direktur Utama PT Panairsan Pratama Herlina Ardjakusumah.

Basuki mengharapkan, APKJ hasil penelitian Pusat Litbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan) yang dikirimkan Kementerian PUPR bisa bermanfaat untuk perencanaan perkerasan jalan di Timor Leste.

Tak hanya itu, Basuki juga menginginkan agar ekspor alat APKJ ini bisa dimanfaatkan di seluruh pelosok negeri.

Baca juga: Kembali Viral, Toni Ruttiman yang Tak Berdarah Indonesia Bangun Jembatan di Daerah Terpencil

“Kalau namanya perdana mudah mudahan ada ekspor lainnya. Sebenarnya kita ini (Indonesia) memiliki 48.000 kilometer jalan nasional. Pasti butuh APKJ yang sangat banyak,” kata Basuki di Lobi Utama Kementerian PUPR, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut hadir juga Plt Kepala Badan Balitbang Lukman Hakim yang mengatakan bahwa sejak tahun 2018 Direktorat Jenderal Bina Marga telah menggunakan APKJ untuk survey kondisi struktur perkerasan jalan.

Hal ini khususnya di lingkungan Balai Besar atau Balai Pelaksanaan Jalan Nasional ( BPJN) wilayah V Palembang, BPJN VII Semarang, BPJN XIII Makassar, dan BPJN XV Manado.

Selanjutnya, pada tahun 2019 BPJN IX Mataram dan BPJN XII Balikpapan juga akan menggunakan APKJ Pusjatan Balitbang Kementerian PUPR.

Pusjatan pada saat ini sudah memiliki empat unit APKJ yang dapat dimanfaatkan untuk pelayanan teknis serta keperluan penelitian perkerasan.

Lukman mengatakan, APKJ Pusjatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi Republik Demokratik Timor Leste.

"Dengan APKJ, data kondisi struktural perkerasan jalan dapat diperoleh dalam waktu relatif singkat, terpercaya, praktis, efisien, efektif dan ekonomis sesuai dengan kebutuhan,” jelas Lukman.

Sementara itu, Direktur Utama PT Panairsan Pratama Herlina Ardjakusumah mengatakan, adanya perjanjian kerja sama untuk memproduksi APKJ secara komersial yang dinamai FWD BIMA ini memudahkan pemasaran.

Bahkan, FWD BIMA sudah berhasil dijual ke berbagai institusi di dalam negeri.

“Semoga Indonesia juga mempunyai standar teknis serupa terkait survei jalan dalam menggunakan FWD, mengingat pentingnya luaran yang dihasilkan FWD ini dalam memberikan data lendutan jalan secara cepat,” terang Herlina.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X