PSBI Bayar Ganti Rugi Warga Terdampak Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Kompas.com - 07/12/2019, 17:28 WIB
PT Pilar Sinergi 
BUMN Indonesia (PSBI) melakukan pembayaran Uang Ganti Kerugian (UGR) Proyek 
Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB). Dok. PT PSBIPT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) melakukan pembayaran Uang Ganti Kerugian (UGR) Proyek Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).

JAKARTA. KOMPAS.com - PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) melakukan pembayaran Uang Ganti Kerugian (UGR) Proyek Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) Ganti rugi diberikan kepada warga di Tanah Galian, Kelurahan Halim, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.

Pembayaran kompensasi dilakukan untuk 58 bangunan warga yang terdampak proyek konstruksi trase KCJB.

Dengan dilakukannya pembayaran kompensasi ini, pembebasan lahan di area Halim sudah mencapai 88 persen dari total 248 bangunan yang terdampak di area tersebut.

Baca juga: 5 Things To Know, Sejarah Baru Kereta Cepat Indonesia

Adapun sisanya, sebesar 12 persen ditargetkan rampung pada akhir Desember 2019.

Kelak jika proses ini selesai, maka akan langsung dilakukan serah terima lahan secara paralel kepada kontraktor. Dengan demikian, proses konstruksi dapat segera berjalan.

PT Pilar Sinergi 
BUMN Indonesia (PSBI) melakukan pembayaran Uang Ganti Kerugian (UGR) Proyek 
Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).Dok. PT PSBI PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) melakukan pembayaran Uang Ganti Kerugian (UGR) Proyek Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).
"Hari ini kita melakukan pembayaran UGR untuk 248 bangunan, dengan ini sudah berjalan 88 persen dan mudah-mudahan sisa 28 bangunan akan selesai akhir 2019 ini.” ujar Expert PT KCIC S Damanik dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (7/12/2019).

Pada hari yang sama, PT PSBI dan PT KCIC juga melakukan pembayaran ganti rugi pengadaan lahan di lima kelurahan di Kota Bandung.

Hingga 5 Desember 2019, proses pengadaan lahan untuk trase kereta cepat mencapai 99,93 persen.

Sedangkan sisanya yakni 0,7 persen masih dalam tahap konsinyasi pengadilan serta pemberian UGR.

Dengan diselenggarakannya proses ini, diharapkan pengadaan lanah akan tuntas pada akhir tahun 2019.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X