Desain Sport Center PON 2024 Sumut Mengadopsi Pohon Kelapa Sawit

Kompas.com - 04/12/2019, 08:39 WIB
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi didampingi Wakil Gubernur Musa Rajekshah mendengarkan paparan master plan Sport Centre Sumut, Selasa (3/12/2019) Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi SumutGubernur Sumut Edy Rahmayadi didampingi Wakil Gubernur Musa Rajekshah mendengarkan paparan master plan Sport Centre Sumut, Selasa (3/12/2019)

MEDAN, KOMPAS.com – Pembangunan fasilitas umum dan infrastruktur pusat olahraga berstandar internasional milik Provinsi Sumatera Utara ( Sumut) memasuki babak perencanaan.

Sport Centre yang dipersiapan untuk menggelar Pekan Olahraga Nasional ke-21 pada 2024 mendatang ini, berada di Desa Sena-Batangkuis, Kabupaten Deliserdang dengan luas lahan 300 hektar.

Bentuk fisik dari desain pusat olahraga ini mengadopsi pohon kelapa sawit.

Priastini Amrita yang merancang desain ini mengatakan, kelapa sawit memiliki karakter yang natural dan pola khas, cocok diterapkan di kawasan Sport Centre.

Pertimbangan lain adalah pembagian blok ruang berdasarkan konsep fungsi, jalur sirkulasi dan capaian menuju bangunan. 

Baca juga: Sembilan Jalan Dibangun, Gubernur Edy: Butuh Dukungan Pemerintah Pusat

"Bentuk ini juga akan menjadi ciri khas yang unik dan ikonik,” kata arsitek dari PT Penta Rekayasa saat memaparkan master plan Sport Centre Sumut kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Selasa (3/12/2019).

Amrita menuturkan, desainnya sudah disetujui gubernur, setelah menampung beberapa masukan dari berbagai pihak seperti Wakil Gubernur Musa Rajekshah, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, dan Kadispora Sumut Baharuddin Siagian. 

Sementara itu, Edy Rahmayadi memastikan sudah menghitung matang-matang dan cocok diterapkan di Sport Center Sumut.

Bukan hanya karena Sumut terkenal dengan kelapa sawitnya, tetapi juga karena pola pembagian zona akan lebih jelas, dinamis dan tepat.

Cuma masih ada beberapa hal lagi yang perlu dipertimbangkan seperti aksebilitas, air, dan sarana penunjang lainnya.

Bukan hanya mengadopsi kelapa sawit, Sport Center juga akan menerapkan unsur-unsur budaya di Sumut pada venue-venue olahraga.

Bangunan-bangunannya akan memiliki ornamen-ornamen kedaerahan seperti dari Suku Melayu ada Pucuk Rebung, Suku Karo dengan Pengretret, Simalungn dengan Gorga, dan suku lainnya.

Tujuannya, kata Musa, agar menumbuhkan kebanggaan dan rasa memiliki dari masyarakat Sumut.

Hal yang tidak kalah pentingnya dari kehadiran sport centre adalah membuat daerah ini hidup, tidak bergantung hanya pada event, tetapi mampu mendongkrak perekonomian masyarakat Deliserdang.

Musa menambahkan, selain sisi ekonomi yang ditawarkan PT Penta Rekayasa sebagai konsultan seperti pembangunan waterpark, hotel dan wisma, dibutuhkan sarana lain yang benar-benar bisa digunakan masyarakat umum.

Mega proyek yang akan menjadi ikon Sumut ini, sayang kalau hanya dibangun pusat olahraga saja dan pemanfaatannya hanya tergantung pada event-event

"Memang kita membangunnya dalam rangka PON 2024, tetapi harus bisa kita manfaatkan seterusnya. Kita perlu membuat kawasan ini terus hidup dan berguna besar untuk masyarakat Deliserdang khususnya dan Sumut umumnya,” katanya.

Pertemuan kali ini merupakan ekspo sport centre Sumut pertama, akan ada dua ekspo lagi sebelum desain benar-benar disetujui dan mulai ke tahap pengerjaan. Jadi masih banyak masukan, sebelum disetujui secara keseluruhan. 

"Insya Allah, awal tahun depan kita sudah mulai pengerjaan karena targetnya 2023 harus sudah selesai,” kata Musa.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X