JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A Djalil mengatakan, pembangunan real estat atau industri properti merupakan salah satu cara untuk mempercepat pembangunan ekonomi maupun infrastruktur secara lebih merata.
Sofyan menerangkan, dalam industri real estat, kementerian yang ia pimpin memiliki dua pilar yang berkaitan dengan pertanahan dan tata ruang.
Ke depan, pihaknya akan memperbaiki sistem regulasi pertanahan dan tata ruang sehingga lebih efisien.
Baca juga: Digitalisasi Seluruh Layanan Pertanahan Rampung 2025
"Saya yakin dengan sistem regulasi pertanahan dan tata ruang yang efisien beberapa tahun ke depan pertumbuhan ekonomi akan menjadi jauh lebih baik," ucap Sofyan dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (28/11/2019).
Untuk itu, Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata berharap pemerintah dapat menyusun dan menjamin adanya regulasi yang mendukung bertumbuhnya bisnis properti.
Dengan demikian, aktivitas industri properti dapat berjalan dengan lebih baik, tumbuh dengan positif, serta memberikan dampak terhadap perekonomian nasional.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.