Ini 3 Aset Properti First Travel yang Disita Negara

Kompas.com - 19/11/2019, 13:09 WIB
Terdakwa Direktur Utama First Travel Andika Surachman (kedua kanan), Direktur Anniesa Hasibuan (kanan), dan Direktur Keuangan Siti Nuraida Hasibuan (kedua kiri) menjalani sidang kasus dugaan penipuan dan pencucian uang biro perjalanan umrah First Travel dengan agenda pembacaan amar putusan di Pengadilan Negeri Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (30/5). Majelis hakim memvonis terdakwa Andika Surachman 20 tahun penjara dan denda Rp10 miliar subsider 8 bulan, Anniesa Hasibuan 18 tahun penjara dan denda Rp10 miliar subsider 8 bulan, sementara Siti Nuraida alias Kiki Hasibuan 15 tahun dan denda Rp5 miliar subsider 8 bulan kurungan. ANTARA FOTO/Indrianto Eko SuwarsoTerdakwa Direktur Utama First Travel Andika Surachman (kedua kanan), Direktur Anniesa Hasibuan (kanan), dan Direktur Keuangan Siti Nuraida Hasibuan (kedua kiri) menjalani sidang kasus dugaan penipuan dan pencucian uang biro perjalanan umrah First Travel dengan agenda pembacaan amar putusan di Pengadilan Negeri Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (30/5). Majelis hakim memvonis terdakwa Andika Surachman 20 tahun penjara dan denda Rp10 miliar subsider 8 bulan, Anniesa Hasibuan 18 tahun penjara dan denda Rp10 miliar subsider 8 bulan, sementara Siti Nuraida alias Kiki Hasibuan 15 tahun dan denda Rp5 miliar subsider 8 bulan kurungan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sesuai keputusan Mahkamah Agung (MA) yang diperkuat vonis Pengadilan Negeri Depok dan Pengadilan Tinggi Bandung, aset properti milik perjalanan umrah PT First Karya Anugerah Wisata atau First Travel resmi disita negara.

Penyitaan aset properti ini juga diperkuat putusan kasasi Nomor 3096 K/Pid.Sus/2018.

Namun, sebelum disita negara, seluruh aset (termasuk properti) perusahaan First Travel dijadikan barang bukti.

Baca juga: Aset Properti Bambang Soesatyo Terbesar di Antara 10 Pimpinan MPR

Lantas, apa saja aset properti milik First Travel yang menjadi hak milik negara? Berikut rinciannya:

1. Kantor First Travel

First Travel Building atau kantor milik First Travel. Kantor yang terletak di Jalan Radar Auri Nomor 1, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Cimanggis, di Kota Depok, ini disita beserta tanah dan bangunan, yang dilengkapi Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 378/Cimanggis atas nama Andika Surachman.

Tak hanya itu, Akta Jual Beli (AJB) Nomor 57/2014 yang dibuat pada 18 Maret 2014 di hadapan Mega Shinta Tjahja Putri, S.H., selaku PPAT di daerah kerja Kota Depok, juga ikut diambil.

2. Tanah dan Rumah di Bogor

Sebidang tanah beserta bangunan rumah yang terletak di Jalan Venesia Selatan Nomor 99, Sentul City, RT. 001 RW. 005, Kel. Sumur Batu, Kec. Babakan Madang, Kab. Bogor,
Jawa Barat ini juga menjadi hak milik negara, dengan tanda bukti haknya berupa fotokopi legalisir Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) Nomor 2372/Kel. Sumur Batu.

Rumah ini berada di lahan seluas 1.072 meter persegi sebagaimana dinyatakan dalam Surat Ukur, 3 November 2015 Nomor 82/Sumur Batu/2015 dan tercatat atas nama Halid Umar berupa dokumen akta peralihan hak miliknya. 

3. Tanah dan Rumah di Depok 

Tanah berikut bangunan rumah seluas 77 meter persegi yang terletak di Cluster Citra Pesona Residence Jl. Komplek RTM (Rumah Tahanan Militer) Raya Nomor A 3 RT. 008 RW. 011,
Kelurahan Tugu, Kec. Cimanggis, Depok, Provinsi Jawa Barat, ini resmi menjadi hak milik negara.

Hal ini sesuai dengan bukti Sertifkat Hak Milik (SHM) Nomor 16521/TUGU atas nama Siti Nuraida Hasibuan yang dikeluarkan oleh Kantor Pertanahan di Kota Depok.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X