Tantangan Membangun Transportasi di Ibu Kota Negara Baru

Kompas.com - 15/11/2019, 08:00 WIB
Kondisi terkini Jembatan Pulau Balang, Kamis (3/10/2019). Hilda B Alexander/Kompas.comKondisi terkini Jembatan Pulau Balang, Kamis (3/10/2019).

Dalam perjalanan 30 menit berlayar dengan Kapal KPLP milik KSOP Balikpapan dari Pelabuhan Semayang di Teluk Balikpapan menuju IKN baru, saya menemukan cukup banyak dermaga yang beroperasi di Kota Balikpapan.

Hal ini perlu dipertimbangkan untuk menutup operasional sejumlah dermaga, jika nantinya Teluk Balikpapan digunakan sebagai salah satu akses transportasi menuju IKN Baru. Kecuali Dermaga Terminal Peti Kemas PT Karingau Kaltim Terminal (KKT) yang memang dibutuhkan untuk logistik. Dermaga batubara, minyak sawit ,dan lainnya dapat dialihkan ke lokasi lain.

Sementara Pelabuhan Penyeberangan Karingau bisa dialihkan operasionalnya setelah Jembatan Pulau Balang (1.750 meter) terwujud.

Pelabuhan Penyeberangan Karingau dapat melayani ke IKN Baru. Jembatan Pulau Balang penghubung Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dengan Kota Balikpapan (bagian jalan nasional Trans Kalimantan). Sekarang sedang proses pembangunan konstruksi. Yang sudah terhubung antara daratan Kab. PPU dengan Pulau Balang.

Saat ini, Pelabuhan Penyeberangan Karingau (Kota Balikpapan) dan Pelabuhan Penyeberangan Penajam (Kabupaten PPU) dilayani kapal Ferry dengan waktu tempuh 45 menit mengangkut barang, kendaraan, dan orang.

Jalur ini sangat potensial, tidak hanya bagi kedua daerah itu, namun juga bagian dari layanan angkutan darat Trans Kalimantan. Rute Bis AKAP Banjamasin-Balikpapan-Samarinda melewati jalur ini, sebelum nantinya Jembatan Pulau Balang dapat digunakan.

Di samping itu, masyarakat di kedua wilayah ini masih banyak menggunakan speedboat, dan perahu klotok (Kampung Baru di Balikpapan ke Dermaga di Penajam) lebih cepat daripada menggunakan kapal Ferry.

Namun membahayakan keselamatan pelayaran, tidak dilengkapi life jacket, dan instrumen navigasi. Keberadaannya perlu diatur lagi dengan cara adat setempat, supaya tidak terjadi gejolak sosial. Alangkah lebih bijak melibatkan mereka dalam pembangunan IKN baru.

Dengan demikian, rencana pembangunan Tol Teluk Balikpapan sepanjang 7,9 kilometer yang menghubungkan Kabupaten PPU dengan Kota Balikpapan hingga Bandara Sultan Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan sudah kurang relevan lagi.

Mengingat akan terjadi perubahan perjalanan orang dan barang dari Kalimantan Selatan melewati Kabupaten PPU menuju IKN baru kemudian berlanjut ke Kota Balikpapan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X