Tantangan Membangun Transportasi di Ibu Kota Negara Baru

Kompas.com - 15/11/2019, 08:00 WIB
Kondisi terkini Jembatan Pulau Balang, Kamis (3/10/2019). Hilda B Alexander/Kompas.comKondisi terkini Jembatan Pulau Balang, Kamis (3/10/2019).

DI BAWAH menara, di Bukit Sudharmono direncanakan sebagai titik 0 calon lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Baru. Kawasan perbukitan ini akan menjadi kawasan inti IKN Baru. Arealnya masih berupa hutan tanaman industri (HTI).

Karena itu, ada tantangan membangun sistem transportasi di daerah perbukitan. Pilihan bijak yang harus diambil adalah memanfaatkan akses perairan Teluk Balikpapan untuk logistik, mobilitas, dan wisata.

Lokasi IKN baru terletak di lahan hak guna usaha (HGU) yang sekarang dikelola PT ITCI Hutani Manunggal (IHM).

Perjalanan saya bersama Tim Balitbang Kementerian Perhubungan pada 3 November 2019, menuju lokasi IKN Baru, setidaknya dapat memberikan gambaran sistem transportasi yang akan disiapkan nantinya. Baik sebelum masa pembangunan maupun setelah terwujud IKN Baru.

Jika memanfaatkan jalur perairan kombinasi dengan jalan raya memerlukan sekitar 1 jam,  sudah bisa tiba di IKN Baru. Sedangkan dengan jalan dua lajur (jalan provinsi) sekitar 2,5 jam sampai 3 jam melewati KM 38 Semboja.

Kondisi jalan sebagian rusak dan sebagian sudah mulai diperbaiki. Kendaraan besar lalu lalang mengangkut kendaraan alat berat. Sepanjang jalan ada beberapa desa yang dihuni transmigran dari Pulau Jawa dengan kondisi perekonomian sudah cukup sejahtera.

Konsep urban transport yang ditawarkan Balitbang Perhubungan adalah compact city yang meminimalisasi perjalanan, yakni membuat transportasi umum sebagai pilihan utama, koridor radial masuk pusat pemerintahan dengan MRT underground, dan dengan circular line kombinasi underground dan at grade.

Kemudian aksesibel untuk semua kelompok masyarakat, mendorong orang berjalan kaki dan bersepeda, dengan fasilitas yang people friendly, pemisahan antara arus pejalan kaki dan unmotorized vehicle dengan kendaraan, simpul transportasi terintegrasi antar moda transportasi, dan tata guna lahan dan transportasi perkotaan diatur dengan Intelligent Transport System (ITS).

Target maksimal 80 persen orang berjalan kaki 10 menit menuju transportasi umum dan perjalanan 20 kilometer ditempuh maksimal 30 menit. Target 75 persen, transportasi umum berbasis listrik dan bahan bakar ramah lingkungan, serta penggunaan transportasi umum selama jam sibuk.

Pemanfaatan aset perairan

Teluk Balikpapan memberikan akses yang lebih efektif menuju IKN baru selama masa tahapan konstruksi. Terutama untuk urusan logistik, ketimbang menggunakan jalan raya. Dapat memanfaatkan dermaga milik perusahaan HTI yang pernah beroperasi.

Dermaga itu masih bisa beroperasi dengan akses jalan dari dermaga menuju jalan provinsi terhubung dengan IKN baru yang sedang dikerjakan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X