Sebulan Lagi "Deadline" Penentuan Tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek

Kompas.com - 30/10/2019, 20:53 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono didampingi Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desy Arryani saat mendengarkan penjelasan terkait pembangunan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) oleh Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek Djoko Dwijono, Kamis (19/9/2019). Saat ini, pekerjaan konstruksi jalan tol layang tersebut telah mencapai 96,5 persen. KOMPAS.COM/DANI PRABOWOMenteri PUPR Basuki Hadimuljono didampingi Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desy Arryani saat mendengarkan penjelasan terkait pembangunan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) oleh Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek Djoko Dwijono, Kamis (19/9/2019). Saat ini, pekerjaan konstruksi jalan tol layang tersebut telah mencapai 96,5 persen.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk hanya memiliki waktu satu bulan untuk menyelesaikan pembahasan terkait tarif Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated).

Pasalnya, jalan berbayar sepanjang 36,4 kilometer itu ditargetkan beroperasi awal Desember 2019, agar dapat dimanfaatkan masyarakat saat Natal dan Tahun Baru 2020.

"Kami masih bahas terus ya. Isunya cukup kompleks. Kami (BPJT dan Bina Marga) serta Jasa Marga sepakat untuk pembahasannya dituntaskan sebelum dioperasikan," ucap Kepala BPJT Danang Parikesit menjawab Kompas.com, Rabu (30/10/2019).

Adapun skema tarif yang kini tengah dibahas, disesuaikan dengan tarif pada ruas tol eksisting atau rebalancing.

Baca juga: Formulasi Tarif Tol Layang Japek akan Digunakan di Tempat Lain

Hal itu dilakukan dengan harapan agar para pengguna jalan tol eksisting bersedia untuk menggunakan tol layang.

Sejauh ini, Kementerian PUPR berharap tol layang hanya digunakan oleh kendaraan golongan 1 atau kendaraan pribadi.

Hal ini karena masih tingginya pelanggaran muatan yang dilakukan oleh kendaraan gandar besar, sehingga dikhawatirkan berdampak pada struktur jalan.

Sekalipun, struktur jalan tol layang itu diklaim mampu menahan beban hingga kendaraan Golongan V.

"Sekarang lagi proses untuk rebalancing, mana yang lebih baik. Kami belum putuskan (besaran tarifnya)," imbuh Danang.

Adapun formula rebalancing tersebut, sebut Danang, masih dihitung untuk mengetahui tingkat penyesuaiannya. 

Untuk diketahui, tarif tol eksisting yang telah beroperasi sejak 1988 itu sebesar Rp 208 per kilometer.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X