Periode Kedua Jokowi, Target Jalan Tol Terbangun 2.500 Kilometer

Kompas.com - 30/10/2019, 09:00 WIB
Foto aerial proyek Tol Balikpapan-Samarinda yang akan menjadi salah satu akses masuk ke ibu kota negara baru di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur Akbar Nugroho GumayFoto aerial proyek Tol Balikpapan-Samarinda yang akan menjadi salah satu akses masuk ke ibu kota negara baru di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur

JAKARTA, KOMPAS.com - Periode kedua pemerintahan Joko Widodo ( Jokowi) menargetkan pertumbuhan pembangunan jalan tol.

Bila sebelumnya, penyelesaian jalan tol selama 2014-2019 mencapai 1.852 kilometer, dalam kurun lima tahun ke depan menjadi 2.500 kilometer. 

"Kalau kita melihat kondisi riil di mana kita bicara Tol Sumatera saja itu kita bicara 2.000 kilometer, kemudian jalan tol di luar yang sudah jadi projects pipeline itu 500 kilometer," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol ( BPJT) Danang Parikesit dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (29/10/2019).

"At least 2.500 itu sudah jadi komitmen kita lima tahun ke depan," imbuhnya.

Baca juga: Kepala BPJT: Bisnis Jalan Tol Butuh Pemain Baru

Hingga akhir 2019, pemerintah menargetkan paling tidak panjang jalan berbayar yang telah beroperasi di seluruh wilayah Indonesia mencapai 2.186 kilometer. 

Dengan adanya penambahan target baru tersebut, maka diperkirakan panjang tol yang bisa beroperasi pada 2024 dapat menyentuh angka 4.700 kilometer. 

Meski demikian, ia menegaskan, angka tersebut belum menjadi sebuah angka pasti. Sebab, tak menutup kemungkinan jumlahnya bakal lebih panjang bila ada prakarsa baru dari badan usaha.

"Sekarang ini inovasi muncul karena ada prakarsa badan usaha yang sangat banyak, yang kreatif. Bagaimana dia merancang bisnisnya dalam mengembangkan jaringan jalan tol," pungkas Danang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X