Wika Juara Satu Kompetisi Infrastruktur Internasional di Singapura

Kompas.com - 25/10/2019, 10:08 WIB
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika meraih juara pertama kompetisi infrastruktur internasional, International Year in Infrastructure 2019, di Singapura, Kamis (24/10/2019) malam. Dokumentasi WikaPT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika meraih juara pertama kompetisi infrastruktur internasional, International Year in Infrastructure 2019, di Singapura, Kamis (24/10/2019) malam.

SINGAPURA, KOMPAS.com - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika meraih juara pertama kompetisi infrastruktur internasional, International Year in Infrastructure 2019, di Singapura, Kamis (24/10/2019) malam.

Perusahaan pelat merah ini menjadi yang terbaik untuk kategori “Going Digital Advancements in Bridges”.

Penghargaan sebagai juara pertama diserahkan langsung oleh Senior Director, Construction Operation Bentley, Mark Hattersley kepada Manager Engineering Departemen Sipil Umum I Wika Fery Safaria.

Turut hadir mendampingi dan menyaksikan penganugerahan tersebut antara lain, Manager Divisi Operasi Departemen Bangunan Gedung Roem Olifwan, Manager BIM Romi Ramadhan, Manager Engineering Tjatoer Wahyudi dan Rizky Yusuf Ramadhan, Bridge BIM Engineer.

Menurut Ferry, pencapaian ini menunjukan pengakuan dunia terhadap kinerja dan performa tim Building Information Modelling (BIM) Wika.

"Ke depan, kami akan semakin fokus mengoptimalkan penerapan teknologi ini sehingga meningkatkan nilai tawar untuk dapat mengembangkan bisnis di sektor konstruksi," ucap Fery.

Baca juga: Rini Puji Hasil Kerja Wika dan Kontraktor China

Pada kompetisi infrastruktur global tahunan bergengsi, yang berlangsung selama 21-24 Oktober 2019, Wika mempresentasikan Proyek Design and Build Harbour Road 2 yang memiliki kompleksitas, konsistensi dan kontinuitas inovasi, efisiensi serta kemandirian BIM yang implementatif guna mengembangkan solusi.

Wika mengungguli 2 finalis dari Italia, Italfer S.p.A dan Shenzen Municipal Design & Research Institute, co, Ltd., dari China. 

Sebagai informasi, ajang International Year of Infrastructure 2019 ini diikuti oleh 60 negara di dunia, 440 organisasi dan 571 nominasi proyek.

Prestasi juara pertama kompetisi internasional yang ditorehkan Wika ini merupakan kali kedua dalam dua tahun terakhir.

Pada ajang yang berlangsung di Inggris tahun 2018 lalu, Wika menjadi wakil Indonesia pertama yang berhasil masuk nominasi sekaligus tampil sebagai pemenang.

Mereka yang terbaik untuk kategori  Environmental Engineering untuk penerapan Building Information Modelling (BIM) di proyek perencanaan penanggulangan bencana longsor Bogor serta kategori Bridges untuk penerapannya pada proyek pembangunan Flyover Teluk Lamong.

Pengakuan dari perusahaan global sekelas Bentley, menunjukkan bahwa BIM saat ini telah memainkan peran penting bagi keberhasilan proyek Wika.

Penerapannya terbukti mampu memberikan perencanaan yang lebih akurat dan menghasilkan efisiensi dari segi waktu pengerjaan maupun biaya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X