Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jadi Menteri Lagi, Basuki Kelola Anggaran Rp 120 Triliun

Kompas.com - 24/10/2019, 10:00 WIB
Dani Prabowo,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Basuki Hadimuljono kembali dipercaya untuk menjabat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. 

Tahun 2020, Basuki akan mengelola dana APBN sebesar Rp 120,21 triliun. Alokasi anggaran tersebut menjadi yang terbesar kedua setelah Kementerian Pertahanan yang mencapai Rp 127,4 triliun.

Lantas untuk apa saja anggaran tersebut?

Pembangunan infrastruktur sumber daya air bakal memperoleh pos terbesar yakni Rp 43,97 triliun. Sementara untuk menunjang konektivitas anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 42,95 triliun.

Baca juga: Kembali Jadi Menteri, Berapa Harta Kekayaan Basuki?

Untuk pembenahan kawasan pemukiman dan perumahan, alokasi anggarannya masing-masing sebesar Rp 22 triliun dan Rp 8,48 triliun.  

Sisanya, akan digunakan untuk pengembangan sumber daya manusia Rp 525,2 miliar, pembinaan konstruksi Rp 725 miliar, pembiayaan infrastruktur Rp 263,8 miliar dan dukungan manajemen, pengawasan serta pengembangan inovasi sebesar Rp 1,08 triliun.

Kementerian PUPR juga ditugaskan untuk mendukung pengembangan lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas dengan alokasi anggaran Rp 4,89 triliun.

Sedangkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur pendukung PON XX di Papua sebesar Rp 793 miliar dan infrastruktur pendidikan dan pasar sebesar Rp 6 triliun.

Usai dilantik oleh Presiden, Basuki pun memberikan pengarahan kepada jajarannya untuk dapat menjaga amanah sebaik mungkin.

"Kita harus hati-hati membelanjakan uang negara. Mari kita berdoa bersama agar dapat menjalani periode kedua ini dengan selamat dan tetap dipercaya kredibilitas Kementerian PUPR," kata Basuki dalam keterangan tertulis, Rabu (23/10/2019).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com