Ini Alasan Basuki Mau Kembali Jadi Pembantu Jokowi

Kompas.com - 22/10/2019, 15:22 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berbicara di acara Dialog Nasional Rancangan dan Perencanaan Ibu Kota Baru, di Balikpapan, Rabu (2/10/2019). Hari SusyantoMenteri PUPR Basuki Hadimuljono berbicara di acara Dialog Nasional Rancangan dan Perencanaan Ibu Kota Baru, di Balikpapan, Rabu (2/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Basuki Hadimuljono menjadi salah satu kandidat menteri yang dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Kepresidenan, Selasa (22/10/2019).

Mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu mengaku, membahas persoalan infrastruktur saat bertemu dengan Jokowi.

Usai pertemuan, Basuki mengungkapkan, alasan utamanya bersedia kembali ditunjuk Kepala Negara menjadi menteri di Kabinet Kerja Jilid 2.

"Seperti saya sampaikan, saya ini 50 tahun kerja di PU. Kalau itu kerja lagi, itu (saya jadi) paling lama kerja di PU," kata Basuki menjawab pertanyaan awak media seperti dilansir dari Kompas TV.

Baca juga: Basuki Diajak Jokowi Ngobrol Infrastruktur

Selama bekerja di PU, tak kurang dari 13 tahun ia menduduki posisi sebagai Eselon I, mulai dari Inspektur Jenderal, Kepala Badan Penelitian, dan Pengembangan, hingga Direktur Jenderal Penataan Ruang.

"Jabatan bagi saya adalah perintah. Tidak hanya amanah dari Allah tapi juga atasan. Bagi saya, kalau itu perintah pasti saya laksanakan. Saya tidak pernah tanya (jabatannya apa)," ungkap Basuki.

Ia pun memohon agar semua pihak dapat mendukungnya bila Rabu (23/10/2019) besok jadi dilantik oleh Presiden.

"Mohon doanya saya bisa istiqomah," tutupnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X