Kompas.com - 10/10/2019, 18:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemindahan ibu kota negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur dipandang sebagai peluang besar yang dapat menstimulasi kebangkitan industri keramik Indonesia.

Hal ini menyusul industri properti yang lebih dulu bergerak yang dipicu langkah aktif para pengembang dengan peluncuran proyek-proyek baru.

Dengan demikian, menurut Komisaris Utama PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) Raja Sapta Oktohari industri keramik akan tetap menarik meski kondisi pasar masih banyak tantangan.

Oleh karena itu, pengusaha keramik Indonesia jangan cemen (manja), tak perlu lagi meminta insentif tambahan.

Baca juga: INKA Genjot Kapasitas Produksi 6,2 Juta Melalui Essenza Reborn

Pemindahan IKN harus dianggap sebagai katalis yang bakal berdampak besar terhadap industri keramik yang saat ini pertumbuhannya masih sekitar 15 persen per tahun.

"Ini momen yang tepat bagi industri keramik untuk bangkit. Seharusnya pengusaha nasional berpikir bagaimana caranya bisa lebih berkembang, gak boleh dimanjain, jangan jadi cemen, harus tangguh. Bagaimana caranya? Harus dilatih dengan situasi menantang," kata Oktohari menjawab Kompas.com, usai meresmikan show room Essenza di Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Dia melanjutkan, selain relokasi IKN, program pemerintah yang gencar membangun infrastruktur dan backlog rumah 7,6 juta unit menjadi peluang bagi industri keramik meningkatkan dan memperluas pangsa pasar.

"Pemerintah sebetulnya juga sudah menerapkan insentif. Bahkan, kami memberikan apresiasi terkait diberlakukannya salah satu insentif yakni pajak impor sebagai safe guard untuk barang ubin," sebut Oktohari.

Dengan adanya proteksi terhadap impor ubin ini, dianggap Oktohari sebagai insentif buat IKAI. Jadi, jika ada tambahan insentif lain, bisa mereduksi ongkos produksi dan pada gilirannya efisiensi menjadi tinggi.

Adapun pajak impor yang dimaksud adalah pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) terhadap impor barang ubin dan paving, ubin perapian, dan ubin dinding.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.