INKA Genjot Kapasitas Produksi 6,2 Juta Melalui Essenza Reborn

Kompas.com - 10/10/2019, 16:32 WIB
Komisaris Utama PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk Raja Sapta Oktohari meresmikan showroom Essenza di Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (10/10/2019) Hilda B Alexander/Kompas.comKomisaris Utama PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk Raja Sapta Oktohari meresmikan showroom Essenza di Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (10/10/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk melalui anak usaha PT Internusa Keramik Alamasri ( INKA) percaya diri mampu menambah kapasitas produksi keramik Essenza sebanyak 6,2 juta meter persegi dalam lima tahun ke depan.

Saat ini, kapasitas produksi keramik berbasis porselen yang mampu dihasilkan INKA sebanyak 1,2 juta meter persegi per tahun.

Komisaris Utama PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk Raja Sapta Oktohari mengungkapkan optimismenya bahwa industri keramik akan tetap menarik meski kondisi pasar masih banyak tantangan.

"Kami lihat properti mulai bangkit, karena industri keramik bergantung pada industri properti. Kami melihat beberapa indikator, bahwa ada peningkatan signifikan dari industri properti, pengembang-pengembang besar juga merilis proyek baru," tutur Oktohari menjawab Kompas.com, Kamis (10/10/2019).

Baca juga: Pemerintah Dorong Daya Saing Industri Keramik Nasional

Dia menambahkan, selain industri properti yang sudah bangkit, katalis lainnya adalah langkah pemerintah yang mempunyai program-program besar termasuk pemindahan ibu kota negara (IKN) baru.

Nah, program ini bakal berdampak besar terhadap industri keramik dan menurut Oktohari, relokasi IKN merupakan momen yang tepat bagi Essenza, setelah banyak fase dan tantangan yang dilalui.

"Dan kami siap menjadi market leader di segmen homogenous tile, untuk kelas high end. Dengan tagline baru Essenza Reborn, kami yakin target menjadi pemimpin pasar dapat tercapai," imbuh Oktohari.

Managing Director INKA Angelica Lie menambahkan, pertumbuhan kapasitas produksi tersebut akan dilakukan secara bertahap dalam empat hingga lima tahun.

"Untuk sementara kapasitas produksi ini untuk memenuhi pasar domestik, dan berasal dari satu pabrik di Tangerang," kata Angelica.

Strategi pemenuhan target

Menurut Angelica, ada beberapa strategi yang diimplementasikan guna mencapai target tersebut. Pertama adalah penjualan melalui mitra distributor di seluruh Indonesia untuk memenuhi pasar korporat, ritel, dan juga event.

"Yang kedua adalah membuka show room yang bisa menjadi tempat bagi para mitra distributor, arsitek, dan para klien untuk meeting atau melakukan pertemuan. Show room ini adalah branding strategy," jelas Angelica.

Strategi lainnya adalah terkait pricing atau harga. Angelica mencontohkan produk Essenza Classic, Essenza Granit, Essenza Stone, dan Essenza Marble yang dimulai dari Rp 236.000 hingga Rp 369.000 per meter persegi. 

Hingga saat ini, aku Angelica, terdapat beberapa proyek yang bakal mengguakan produk Essenza. Termasuk yang dikembangkan PT Pollux Properties Tbk di Batam, Kepulauan Riau.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X