Menyibak Interior Kolonial Klasik di Apartemen Defontein Menteng

Kompas.com - 08/10/2019, 15:53 WIB
Bagian dari konsep klasik kolonial terletak pada penggunaan marmer putih carrara untuk lantai, beberapa bagian dinding dan ruang lain di dalamnya. Marmer Carrara adalah batu alam Italia yang memiliki kepadatan tinggi dan dapat memantulkan cahaya berkilau. Dok Apartemen DefonteinBagian dari konsep klasik kolonial terletak pada penggunaan marmer putih carrara untuk lantai, beberapa bagian dinding dan ruang lain di dalamnya. Marmer Carrara adalah batu alam Italia yang memiliki kepadatan tinggi dan dapat memantulkan cahaya berkilau.
Editor M Latief

JAKARTA, KOMPAS.com - Apartemen Defontein menerapkan konsep desain kolonial klasik dengan sentuhan modern. Konsep tersebut disesuaikan dengan identitas budaya dan sejarah kawasan Menteng masa lalu.

Pakar desain interior yang juga Chairman SHS & Associate, Sammy Hendramianto Syamsulhadi, mengatakan bahwa konsep dasar pemugaran heritage Defontein adalah revitalisasi adaptasi untuk mengembalikan ke bentuk asli bangunan dengan menyesuaikan fungsi ruangan sebagai show unit apartemen itu sendiri.

"Menyebut nama Defontein itu sendiri sebenarnya sudah menunjukkan bahwa nuansa proyek apartemen itu adalah konsep kolonial klasik. Ini konsep kolonial klasik dengan kreasi artistik yang elegan," kata Sammy, Selasa (8/10/2019).

Sammy mengatakan, konsep tersebut menunjukkan bahwa arsitektur kolonial Indonesia merupakan perpaduan antara budaya barat dan timur yang hadir melalui karya-karya arsitek Belanda.

Untuk menata desain interior apartemen mewah ini Sammy membaginya dalam dua konsep. Pertama untuk tiga kamar (3 BR) dengan konsep modern klasik yang ditunjukkan melalui dominasi warna putih sebagai identitas konsep klasik kolonial. Nuansa itu kemudian diperkaya dengan rancangan yang khas pada dinding dan tiangnya.

" Interior klasik kolonial itu identik dengan nuansa dekoratif dengan ornamen-ornamen historis. Gaya inilah yang menawarkan kesan menarik dengan tampilan megah dan elegan," ucap Sammy.

Adapun tipe dua kamar (2 BR) menggunakan konsep modern kontemporer. Di bagian ini sentuhan pada dinding dan dominasi unsur warna putihnya dikurangi, terutama untuk memberikan statement tersendiri bagi pribadi yang tinggal di dalamnya.

"Persamaan desain kedua tipe apartemen ini ada pada penekanan bahwa the windows is the king. Pintu jendela kami jadikan media untuk melihat keluar atau pintu untuk menghubungkan dari satu ruang ke ruang yang lainnya dibangun lebih lebar dan tinggi," ujar Sammy.

Menurut dia, konsep itulah yang berlaku pada desain kolonial dan unit Defontein. Nantinya, lanjut Sammy, jendela dan pintunya dibuat lebar-lebar dan tinggi untuk menimbulkan kesan lega dan elegan.

Dia menambahkan, bagian dari konsep klasik kolonial terletak pada penggunaan marmer putih carrara untuk lantai, beberapa bagian dinding dan ruang lain di dalamnya. Marmer Carrara adalah batu alam Italia yang memiliki kepadatan tinggi dan dapat memantulkan cahaya berkilau.

"Kesan hidup bisa dihasilkan oleh marmer white carrara ketika dipasang jadi lantai hunian. Ini menjadikannya berkelas, mewah dan memberi rasa nyaman serta prestige tinggi bagi pemiliknya," tambahnya.

Adapun penggunaan furnitur dari material kayu dengan desain simetris simpel akan menghadirkan kesan ruangan yang elegan. Pemakaian lampu gantung kristal tepat di beranda Defontein kian menambah tampilan ruang yang mewah.

Sammy mengaku biasa menempatkan lampu gantung di ruang tamu rumah-rumah mewah dan supermewah yang banyak dirancangnya. Sifatnya yang abadi membuat desain klasik kolonial semakin digemari, sekalipun hal itu diterapkan di apartemen.

"Kesan mewah dan elegan ini jadi poin lebih gaya arsitektur yang banyak dijumpai di Eropa, sedangkan gaya kontemporer adalah gaya yang mengusung sesuatu yang serba up to date," ucap Sammy.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X