Mutlak, 2020 BTN Harus Setor Kajian "Spin Off" Unit Syariah ke OJK

Kompas.com - 04/10/2019, 18:16 WIB
Direktur Keuangan BTN Nixon Napitupulu (kedua dari kiri) pada diskusi Menyambut Spin Off USS Bank BTN; Dampaknya pada Bisnis dan Industri Rumah Rakyat di Yogyakarta, Jumat (4/10/2019). KOMPAS.COM/M LATIEFDirektur Keuangan BTN Nixon Napitupulu (kedua dari kiri) pada diskusi Menyambut Spin Off USS Bank BTN; Dampaknya pada Bisnis dan Industri Rumah Rakyat di Yogyakarta, Jumat (4/10/2019).
Editor M Latief

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Mau tak mau, suka atau tidak suka, tahun depan PT Bank Tabungan Negara Tbk sudah harus menyerahkan hasil kajian dan rencana spin off unit usaha syariah (UUS) kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Eksekusi atau pelaksanaan spin off tersebut selambat-lambatnya pada 2023.

"Jadi, memang mau tak mau, suka atau tak suka, tahun depan kajian untuk rencana itu sudah harus diserahkan ke OJK. Soal pelaksanaanya selambat-lambatnya tahun 2023," ujar Direktur Keuangan BTN Nixon Napitupulu pada diskusi "Menyambut Spin Off USS Bank BTN; Dampaknya pada Bisnis dan Industri Rumah Rakyat" di Yogyakarta, Jumat (4/10/2019).

Nixon mengakui, upaya untuk mewujudkan rencana tersebut bukan pekerjaan mudah. Ada 3 desain yang sedang dikaji, yakni mendirikan sendiri dengan modal sangat besar, join dengan yang lain, atau dilepas atau dijual. Dengan kata lain, harus diputuskan untuk memilih modal 100 persen, 61 persen atau dengan 39 persen.

Menurut Nixon, BTN setidaknya membutuhkan dana Rp 5 triliun untuk menjaga kecukupan modal BUS perseroan kelak.

"Kalau mau jalan sendiri memang butuh capex sangat besar. Hitungan kasarnya, setidaknya butuh suntikan modal Rp 4,5 triliun sampai Rp 5 triliun. Ini untuk menjaga ekspansi BUS paling tidak sampai lima tahun ke depan setelah spin off terlaksana," ucap Nixon.

Sebelumnya, dalam sambutan diskusi tersebut, Direktur Bisnis Konsumer BTN Budi Satria, mengatakan bahwa kinerja UUS BTN saat ini sudah cukup baik. Nantinya, ekspansi UUS BTN akan lebih luas dan kencang setelah spin off .

Hingga semester 1-2019 lalu UUS BTN mencatat pertumbuhan aset sebesar 19,67 persen menjadi Rp 29,17 triliun. Kemudian penyaluran pembiayaan tumbuh 16,54% menjadi Rp 23,16 triliun, serta penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 18,15% menjadi Rp 23,02 triliun.

" Spin off ini merupakan rencana strategis untuk meningkatkan kinerja BTN pada 2020. Pertimbangannya, BTN syariah punya kinerja yang baik. Tapi, karena masih unit usaha, hasilnya belum maksimal sehingga perlu jadi perkembangan bisnis yang lebih luas dan profesional," ucap Budi.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setiap Hari, Empat Korban Covid-19 Dimakamkan di San Diego Hills

Setiap Hari, Empat Korban Covid-19 Dimakamkan di San Diego Hills

Kawasan Terpadu
Pelindo Ajak Investor Bangun Industri di Kualatanjung

Pelindo Ajak Investor Bangun Industri di Kualatanjung

Konstruksi
Investasi Rp 450 Miliar, Pengembang Ini Bangun 'Little Singapore' di Tangerang

Investasi Rp 450 Miliar, Pengembang Ini Bangun "Little Singapore" di Tangerang

Perumahan
Ini Teknologi Pereduksi Kerusakan Infrastruktur Layang Saat Gempa

Ini Teknologi Pereduksi Kerusakan Infrastruktur Layang Saat Gempa

Konstruksi
Fakta Seputar Tol Pekanbaru-Dumai yang Dilengkapi Terowongan Gajah

Fakta Seputar Tol Pekanbaru-Dumai yang Dilengkapi Terowongan Gajah

Konstruksi
Berpotensi Likuefaksi, Jalan di Bandara YIA Dibangun dengan Metode 'Dynamic Compaction'

Berpotensi Likuefaksi, Jalan di Bandara YIA Dibangun dengan Metode "Dynamic Compaction"

Konstruksi
Kabar Terbaru Tol Akses Pelabuhan Patimban, Finalisasi Kelayakan Bisnis

Kabar Terbaru Tol Akses Pelabuhan Patimban, Finalisasi Kelayakan Bisnis

Konstruksi
Bersama China, BMKG Kembangkan 3 Sistem Baru Deteksi Gempa dan Tsunami

Bersama China, BMKG Kembangkan 3 Sistem Baru Deteksi Gempa dan Tsunami

Berita
Jumat Besok, Tol Pekanbaru-Dumai 131 Kilometer Diresmikan Jokowi

Jumat Besok, Tol Pekanbaru-Dumai 131 Kilometer Diresmikan Jokowi

Konstruksi
BMKG Manfaatkan IoT dalam Mendeteksi Tsunami, Begini Cara Kerjanya

BMKG Manfaatkan IoT dalam Mendeteksi Tsunami, Begini Cara Kerjanya

Berita
Kementerian ATR/BPN Berhasil Mendaftarkan 24 Juta Bidang Tanah

Kementerian ATR/BPN Berhasil Mendaftarkan 24 Juta Bidang Tanah

Berita
Lokakarya Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Resmi Digelar

Lokakarya Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Resmi Digelar

Konstruksi
[POPULER PROPERTI] Proyek Infrastruktur Harus Berlanjut di Tengah Ancaman Resesi

[POPULER PROPERTI] Proyek Infrastruktur Harus Berlanjut di Tengah Ancaman Resesi

Berita
Oktober 2020, Jalan Akses Pelabuhan Patimban Siap Layani Arus Logistik

Oktober 2020, Jalan Akses Pelabuhan Patimban Siap Layani Arus Logistik

Konstruksi
Hong Kong Kingland Buka Kampus Universitas Sahid, Bidik 300 Mahasiswa

Hong Kong Kingland Buka Kampus Universitas Sahid, Bidik 300 Mahasiswa

Apartemen
komentar di artikel lainnya
Close Ads X