Kompas.com - 01/10/2019, 21:31 WIB
Editor M Latief

JAKARTA, KOMPAS.com - Enam pengembang ternama yang banyak mengerjakan proyek di Timur Jakarta sepakat membentuk Komite Koridor Timur Jakarta. Keenam pengembang itu adalah PT Summarecon Agung Tbk, PT Jababeka Tbk, PT Lippo Cikarang Tbk, PT Sirius Surya Sentosa, PT Pollux Properti Indonesia Tbk, serta PT PP properti Tbk.

Keenam pengembang tersebut sepakat bersinergi untuk menyampaikan berbagai kelebihan atau nilai plus di koridor yang meliputi Bekasi, Cikarang, dan Karawang itu. Mereka menyatakan bahwa lebih dari 60 persen aktivitas perekonomian nasional disumbangkan oleh Koridor Timur Jakarta yang 70 persennya berpusat di Bekasi dan Cikarang.

Saat ini koridor tersebut menjadi jantung penting bagi perekonomian Indonesia yang pada 2018 lalu mencapai Rp14,8 triliun berdasarkan data Produk Domestik Bruto (PDB) dan tumbuh 5,17 persen lebih tinggi dari capaian 2017.

Berbagai pengembang properti juga menyumbang banyak pemenuhan kebutuhan di pasar di koridor tersebut. Summarecon Bekasi tercatat seluas 240 hektar, Pollux Properti Indonesia seluas 45 hektar, PP Properti seluas 28 hektar, Vasanta Innopark seluas 100 hektar, Lippo Cikarang seluas 3400 hektar, serta Jababeka seluas 5600 hektar.

Direktur PT Jababeka Tbk, Sutedja S. Darmono, mengatakan pembentukan komite itu berawal dari tukar pikiran antara sesama pengembang di wilayah timur Jakarta, terutama permasalahan yang sama mengenai image kawasan koridor timur Jakarta, yakni kemacetan dan kawasan industri. Padahal, menurut Sutedja, image itu tidak tepat.

"Sebab, macet itu kan lebih dikarenakan adanya pembangunan infrastruktur dan ke depannya kemacetan itu akan berakhir seiring selesainya pembangunan infratruktur itu sendiri. Di awal 2020 nanti koridor ini diprediksi akan lancar seiring beroperasinya sejumlah infrastruktur transportasi di kawasan ini yang diprediksi efektif untuk mengurangi kemacetan hingga 40 persen," ujar Sutedja usai jumpa pers pembentukan komite tersebut, Selasa (1/10/2019).

Saat ini akan ada 10 infrastruktur baru yang dibangun di koridor ini, yaitu Elevated Toll Road, kereta api double double track, LRT, MRT, kereta cepat Jakarta-Bandung, Cikampek Layang, JORR 2, Jalur Cikampek Selatan, Kereta cepat Jakarta - Surabaya, Pelabuhan Patimban serta Bandara Kertajadi.

"Semua infrastruktur itu sudah cukup lengkap dan tidak ada di wilayah barat Jakarta. Untuk itu, ke depannya komite ini akan bekerjasama untuk membangun bersama. Misalnya, melakukan pemasaran atau kampanye bersama untuk mendobrak image negatif yang selama ini telah berkembang di masyarakat, yaitu kemacetan dan kawasan industri. Dari sani baru nantinya kita akan bergerak ke hal lain, misalnya, pembangunan infrastruktur bersama dan lain-lain," papar Sutedja.

Saat ini, dengan luas mencapai 10.000 hektar, kawasan Koridor Timur Jakarta tumbuh menjadi aset properti yang di dalamnya sudah dilengkapi dengan pusat bisnis, gaya hidup, destinasi hunian, pusat industri, dan pusat lapangan pekerjaan. Kawasan industri ini mampu menyerap jutaan tenaga kerja. Lebih dari 50.000 industri dari setidaknya 30 negara,

Fasilitas kesehatan dan sekolah di kawasan ini pun sudah semakin mudah dijumpai. Bahkan, urusan mencari hotel bintang 3 hingga bintang 5 juga bukan persoalan sulit.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Targetkan Bangun 10.254 Km Jalur Kereta Api di Tahun 2030

Pemerintah Targetkan Bangun 10.254 Km Jalur Kereta Api di Tahun 2030

Konstruksi
Jasa Marga 'Spin-off' Divisi Regional Trans-Jawa ke Anak Usaha

Jasa Marga "Spin-off" Divisi Regional Trans-Jawa ke Anak Usaha

Berita
Kembalinya Ekspatriat ke Jakarta, Picu Kenaikan Okupansi Apartemen Servis

Kembalinya Ekspatriat ke Jakarta, Picu Kenaikan Okupansi Apartemen Servis

Apartemen
Berkunjung ke Bekasi, Menteri Hadi Minta Kantor Pertanahan Buka Tiap Hari dan Jamin Tak Ada Pungli

Berkunjung ke Bekasi, Menteri Hadi Minta Kantor Pertanahan Buka Tiap Hari dan Jamin Tak Ada Pungli

Berita
Tahun 2019 Kerap Dijadikan Patokan, Namun Okupansi Hotel Justru Anjlok 25 Persen

Tahun 2019 Kerap Dijadikan Patokan, Namun Okupansi Hotel Justru Anjlok 25 Persen

Hotel
Tol Serpong-Balaraja Tuntas Jalani Uji Laik Fungsi dan Uji Laik Operasi

Tol Serpong-Balaraja Tuntas Jalani Uji Laik Fungsi dan Uji Laik Operasi

Berita
Bertolak ke Nias, Jokowi Tinjau Infrastruktur Jembatan dan Jalan Nasional

Bertolak ke Nias, Jokowi Tinjau Infrastruktur Jembatan dan Jalan Nasional

Berita
[POPULER PROPERTI] Segini Jatah KPR Subsidi yang Diguyur Pemerintah Tahun 2022

[POPULER PROPERTI] Segini Jatah KPR Subsidi yang Diguyur Pemerintah Tahun 2022

Berita
YCH dan Pelindo Berkolaborasi Hadirkan Smart Growth Connect di Indonesia

YCH dan Pelindo Berkolaborasi Hadirkan Smart Growth Connect di Indonesia

Berita
Gaet Inggris, Indonesia Kembangkan Transportasi Rendah Karbon, Ini Daftarnya

Gaet Inggris, Indonesia Kembangkan Transportasi Rendah Karbon, Ini Daftarnya

Berita
Resmi! China Investasi Rp 44,8 Triliun ke Dana Kekayaan Indonesia

Resmi! China Investasi Rp 44,8 Triliun ke Dana Kekayaan Indonesia

Berita
Per 4 Juli, Realisasi FLPP Rp 11,27 Triliun Biayai Lebih dari 100.000 Rumah

Per 4 Juli, Realisasi FLPP Rp 11,27 Triliun Biayai Lebih dari 100.000 Rumah

Berita
Hotel di Las Vegas Sediakan Layanan VR Konten Dewasa Bagi Tamu

Hotel di Las Vegas Sediakan Layanan VR Konten Dewasa Bagi Tamu

Hotel
Lewati Target, Dana KPR FLPP Semester I Cair Rp 11,06 Triliun

Lewati Target, Dana KPR FLPP Semester I Cair Rp 11,06 Triliun

Hunian
Milenial 26-30 Tahun Paling Banyak Terima Bantuan Subsidi Rumah FLPP

Milenial 26-30 Tahun Paling Banyak Terima Bantuan Subsidi Rumah FLPP

Hunian
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.