Basuki: Kerugian BUJT Akibat Unjuk Rasa Tidak Signifikan

Kompas.com - 01/10/2019, 20:35 WIB
Kondisi di Flyover Slipi, Jakarta Barat, Selasa (1/10/2019). KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVAKondisi di Flyover Slipi, Jakarta Barat, Selasa (1/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gelombang unjuk rasa yang terjadi di sekitar Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, telah mengakibatkan sejumlah fasilitas umum dan sosial yang ada di sekitarnya rusak.

Bahkan, akibat peristiwa tersebut, Jalan Tol Dalam Kota milik PT Jasa Marga (Persero) Tbk, terpaksa ditutup. 

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono ikut angkat suara.

Baca juga: Kurang Sosialisasi, Kenaikan Tarif Tol Jakarta-Tangerang Ditunda

Dia memastikan tidak ada infrastruktur yang dibangun Kementerian PUPR yang mengalami kerusakan berarti. 

"Enggak ada. Yang ada kan di tol itu," kata Basuki menjawab Kompas.com, Selasa (1/10/2019).

Dia menambahkan, badan usaha jalan tol (BUJT)-lah yang justru paling merasakan dampak demonstrasi akibat penutupan jalan berbayar itu. Hanya, Basuki menilai, dampak yang dirasakan tidak cukup signifikan. 

"Iya. Kalau ditutup di sini kan, dia masih bisa masuk di gerbang sesudahnya. Dan itu memang dalam kota semua kan," ujarnya.

Misalnya, ketika akses Gerbang Tol Senayan 1 ditutup, maka pengguna jalan dapat menggunakan GT Senayan 2. 

"Menurut saya ya enggak (signifikan). Ya kerugian rusaknya gerbang gerbang tol itu saja," imbuh Basuki.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X