Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Adhi dan KAI Memulai Konstruksi Tahap II Cisauk Point

Kompas.com, 28 September 2019, 21:02 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Jutaan pengguna commuter line atau KRL yang semakin meningkat merupakan peluang emas bagi para pengembang properti untuk mengembangkan hunian yang terintegrasi multimoda transportasi.

Menurut data Kereta Commuter Indonesia (KCI), hingga Juni 2018, rata-rata jumlah pengguna KRL mencapai lebih dari 1 juta orang per hari.

Potensi bisnis inilah yang mendasari PT Adhi Commuter Properti (ACP) menggandeng PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berkolaborasi membangun Cisauk Point.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (28/9/2019), keduanya mengawali pembangunan Cisauk Point menara kedua Emerald dengan seremoni peletakan batu pertama atau ground breaking  pada Jumat (27/9/2019).

Direktur Utama ACP Indra Syahruzza menyampaikan pengembangan Cisauk Point merupakan bagian dari upaya merealisasikan konsep transit oriented development (TOD).

Baca juga: ACP Tawarkan Investasi Apartel dengan Imbal Sewa Rp 3 Juta Per Bulan

“Peletakan batu pertama menara kedua ini menjadi penanda keseriusan kami untuk mengembangkan hunian terjangkau namun berkualitas, di kawasan yang terkoneksi dengan sistem transportasi," tutur Indra.

Lokasi Cisauk Point, lanjut Indra, berada di stasiun Commuter Line Cisauk, dan terhubung dengan Pasar Intermoda BSD City, serta segala kelengkapan fasilitasnya.

Kondisi faktual inilah yang menjadikan Cisauk Point punya potensi pertumbuhan investasi, dan bisa menjadi pilihan pertama pencari hunian di Jabodetabek.

Terbukti dari hasil penjualan menara pertama Sapphire yang diklaim Indra telah terjual 80 persen, dan hanya menyisakan sisa beberapa unit.

Harga perdana yang ditawarkan sekitar Rp 13,5 juta per meter persegi.

"Menara kedua Emerlad kemudian diluncurkan, karena permintaan pasar masih cukup tinggi," imbuh Indra.

Sementara itu, Corporate Deputy Director of Assets Development KAI Suharjono, mengharapkan kehadiran Cisauk Point dapat memenuhi permintaan masyarakat akan tempat tinggal layak huni dan terjangkau.

"Semoga bisa memperbaiki kualitas hidup masyarakat konsumen kami," tuntas Suharjono.

Dibangun di atas lahan seluas 1,65 hektar, Cisauk Point terdiri dari apartemen dan area komersial. Untuk apartemen, akan dibangun 6 menara dengan total 3.000 unit.

ACP dan KAI membagi pembangunan Cisauk Point dalam empat tahap. Tahap pertama diserahterimakan pada 2021, tahap kedua tahun 2023, tahap ketiga dan keempat tahun 2024.

Ada pun nilai investasi untuk membangun Cisauk Point sekitar Rp 1 triliun.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau