Sofyan Mengaku Penghapusan IMB Masih Wacana

Kompas.com - 24/09/2019, 19:00 WIB
Menteri ATR/BPN Sofyan A Djalil Kompas.com / Dani PrabowoMenteri ATR/BPN Sofyan A Djalil

JAKARTA, KOMPAS.com - Polemik penghapusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), menurut Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil  masih wacana.

Karena itu, penghapusan IMB belum akan menjadi kebijakan dalam waktu dekat. Sebab, perlu ada pembahasan mendalam sebelum wacana itu menjadi sebuah kebijakan.

"Itu wacana yang sedang didiskusikan di kalangan pemerintah, belum jadi policy," kata Sofyan di kantornya, Selasa (24/9/2019).

Baca juga: Menyoal Penghapusan IMB, Benteng Terakhir Perizinan Bangunan

Menurut dia, pengurusan IMB sering kali berjalan lama sehingga dianggap menghambat investasi yang akan masuk.

Namun, setelah IMB keluar, bukan berarti pelaksana akan membangun sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan di dalamnya. 

"Misalnya izinnya 200 meter, orang bangun 400 meter. Enggak ada yang peduli. Kemudian izin, misalnya, tentang standar bangunan tertentu, dilaksanakan tidak sesuai, tidak peduli," ujarnya.

Alih-alih menyoal penghapusan IMB, Sofyan menilai, lebih baik meningkatkan pengawasan dalam proses pembangunan.

Ia pun memastikan, kualitas bangunan tidak akan melenceng, sebab nantinya disusun standar yang harus dipenuhi semua pihak. 

"Pengawasannya nanti yang harus ditingkatkan," kata Sofyan.

Ia menambahkan, soal wacana penghapusan IMB ini perlu ada pembahasan lebih lanjut dan diatur dalam UU.

"Nanti akan mengubah dari status izin menjadi standar-standar. Itu yang benar," tuntas dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X