Maret 2020, Seluruh Jadebotabek Tersambung Jalan Tol

Kompas.com - 20/09/2019, 18:12 WIB
Seorang pekerja terlihat membersihkan alat berat disela proyek pembangunan jalan tol akses Serpong - Kunciran sepanjang 11,20 km di Kawasan Parigi, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (02/02/2018). Jalan tol  ini merupakan bagian dari jaringan Tol JORR 2 yang nantinya akan menghubungkan Bandara Soekarno Hatta hingga Bitung Tangerang dan diharapkan mampu memecahkan penumpukan serta kemacetan yang ada di tol dalam kota maupun tol JORR. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISeorang pekerja terlihat membersihkan alat berat disela proyek pembangunan jalan tol akses Serpong - Kunciran sepanjang 11,20 km di Kawasan Parigi, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (02/02/2018). Jalan tol ini merupakan bagian dari jaringan Tol JORR 2 yang nantinya akan menghubungkan Bandara Soekarno Hatta hingga Bitung Tangerang dan diharapkan mampu memecahkan penumpukan serta kemacetan yang ada di tol dalam kota maupun tol JORR.

JAKARTA, KOMPAS.com - Operasionalisasi Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 dipastikan molor. Semula, tol ini ditargetkan dibuka sepenuhnya pada Desember 2019. 

Namun, menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, tol sepanjang 109,57 kilometer ini baru dapat beroperasi penuh  pada Maret 2020. 

Meski demikian, jika seluruh tol ini beroperasi, maka kawasan jadebotabek akan tersambung jalan tol.

"JORR 2 ini 100 kilometer lebih. Ada beberapa penggal yang sudah beroperasi, seperti Cinere-Jagorawi. Mudah-mudahan Maret 2020 kita operasikan keseluruhannya," kata Basuki saat meninjau proyek Tol Kunciran-Serpong, Jumat (20/9/2019).

Ruas Kunciran-Serpong sepanjang 11,1 kilometer merupakan bagian dari Tol JORR 2. Saat ini progres konstruksinya telah mencapai 98 persen dan ditargetkan beroperasi pada akhir Oktober 2019.

Baca juga: Catat, Tol Kunciran-Serpong Beroperasi Akhir Oktober 2019

Basuki mengungkapkan, salah satu kendala yang mengganjal penyelesaian Tol JORR 2 yakni pembebasan lahan yang dipicu persoalan administrasi dengan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), terutama untuk ruas Cengkareng-Kunciran sepanjang 14,2 kilometer. 

Kendati demikian, persoalan itu kini telah tertangani sehingga konstruksi dapat dilanjutkan kembali. 

"Cengkareng-kunciran ada masalah administrasi dengan LMAN karena perubahan alokasi anggaran. Setelah disetujui KPPIP dan LMAN, investor akan menalangi dulu tanahnya dan segera dibayarkan. JORR 2 baru bisa beroperasi penuh Maret 2020," urai Basuki/

Basuki menambahkan, Tol JORR 2 dapat mendukung upaya memecah arus kendaraan. Pasalnya, masyarakat yang akan menuju wilayah barat atau timur, tak perlu lagi melalui JORR eksisting.

Selain itu, kehadiran Tol JORR 2 berdampak positif terhadap sektor perekonomian. Dengan demikian, walaupun ibu kota pindah ke Kalimantan Timur, namun kawasan Jakarta dan sekitarnya diprediksi tetap menggeliat. 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelindo Ajak Investor Bangun Industri di Kualatanjung

Pelindo Ajak Investor Bangun Industri di Kualatanjung

Konstruksi
Investasi Rp 450 Miliar, Pengembang Ini Bangun 'Little Singapore' di Tangerang

Investasi Rp 450 Miliar, Pengembang Ini Bangun "Little Singapore" di Tangerang

Perumahan
Ini Teknologi Pereduksi Kerusakan Infrastruktur Layang Saat Gempa

Ini Teknologi Pereduksi Kerusakan Infrastruktur Layang Saat Gempa

Konstruksi
Fakta Seputar Tol Pekanbaru-Dumai yang Dilengkapi Terowongan Gajah

Fakta Seputar Tol Pekanbaru-Dumai yang Dilengkapi Terowongan Gajah

Konstruksi
Berpotensi Likuefaksi, Jalan di Bandara YIA Dibangun dengan Metode 'Dynamic Compaction'

Berpotensi Likuefaksi, Jalan di Bandara YIA Dibangun dengan Metode "Dynamic Compaction"

Konstruksi
Kabar Terbaru Tol Akses Pelabuhan Patimban, Finalisasi Kelayakan Bisnis

Kabar Terbaru Tol Akses Pelabuhan Patimban, Finalisasi Kelayakan Bisnis

Konstruksi
Bersama China, BMKG Kembangkan 3 Sistem Baru Deteksi Gempa dan Tsunami

Bersama China, BMKG Kembangkan 3 Sistem Baru Deteksi Gempa dan Tsunami

Berita
Jumat Besok, Tol Pekanbaru-Dumai 131 Kilometer Diresmikan Jokowi

Jumat Besok, Tol Pekanbaru-Dumai 131 Kilometer Diresmikan Jokowi

Konstruksi
BMKG Manfaatkan IoT dalam Mendeteksi Tsunami, Begini Cara Kerjanya

BMKG Manfaatkan IoT dalam Mendeteksi Tsunami, Begini Cara Kerjanya

Berita
Kementerian ATR/BPN Berhasil Mendaftarkan 24 Juta Bidang Tanah

Kementerian ATR/BPN Berhasil Mendaftarkan 24 Juta Bidang Tanah

Berita
Lokakarya Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Resmi Digelar

Lokakarya Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Resmi Digelar

Konstruksi
[POPULER PROPERTI] Proyek Infrastruktur Harus Berlanjut di Tengah Ancaman Resesi

[POPULER PROPERTI] Proyek Infrastruktur Harus Berlanjut di Tengah Ancaman Resesi

Berita
Oktober 2020, Jalan Akses Pelabuhan Patimban Siap Layani Arus Logistik

Oktober 2020, Jalan Akses Pelabuhan Patimban Siap Layani Arus Logistik

Konstruksi
Hong Kong Kingland Buka Kampus Universitas Sahid, Bidik 300 Mahasiswa

Hong Kong Kingland Buka Kampus Universitas Sahid, Bidik 300 Mahasiswa

Apartemen
Malam Ini, Lalu Lintas di Tol Cipularang Menuju Jakarta Dialihkan

Malam Ini, Lalu Lintas di Tol Cipularang Menuju Jakarta Dialihkan

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X