Bidik "End User" Tak Cukup dengan Lokasi, Tapi Juga Akses Pendidikan

Kompas.com - 19/09/2019, 08:54 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
Editor Latief

JAKARTA, KOMPAS.com - Keberadaan sekolah, kampus atau instansi pendidikan menjadi salah satu andalan pengembang untuk membangun kawasan hunian. Pertimbangan lokasi saja tidak cukup untuk membuat konsumen akhir (end user) nyaman menentukan pilihan huniannya.

Hal itulah yang dikatakan Direktur PT Repower Asia Indonesia, Andy K Natanael, yang tengah menggarap proyek di Jakarta Selatan, Bekasi Timur, dan Tangerang. Andy menambahkan, setiap proyek yang dibangun Repower memang membidik lebih banyak konsumen akhir ketimbang para investor.

Dengan alasan itulah, lanjut Andy, Repower mengandalkan konsep pengembangan kawasan berorientasi pendidikan education oriented development (EOD), yakni menyediakan kawasan hunian sekaligus fasilitas pendidikan di dalamnya.

"Sekolah harus jadi fasilitas dari di kawasan yang kami apartemen atau rumah tapak. End user harus dominan, perbandingannya bisa 60:40. Sekolah atau fasilitas pendidikan itu kekuatan untuk menarik konsumen akhir," tambah Andy, Rabu (18/9/2019).

Fasilitas pendidikan yang disediakan itu untuk usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Adapun jenis sekolahnya disesuaikan dengan segmen pada masing-masing proyek.

"Kenyamanan utama orang tua adalah memberi pendidikan yang terbaik kepada anak-anaknya. Semakin dekat lokasi sekolah dengan kualitas pendidikan yang bermutu akan makin mendorong konsumen untuk membeli hunian yang ditawarkan," ujar Andy.

Namun, meskipun yang dibidik kebanyakan adalah end user, bukan investor, Andy menyatakan bahwa hunian yang dibangun bisa juga sekaligus sebagai instrumen investasi.

"Andy mengaku khawatir, jika mayoritas apartemen yang dibangun itu hanya dimiliki investor, harga di pasar sekunder akan turun. Dia mencontohkan apartemen yang dimiliki berkisar 90 persen dimiliki investor yang semata mencari keuntungan (capital gain). 

"Itu akam bikin harga di pasar sekunder melemah. Di saat bersamaan mereka ingin menjual kembali, pasar kelebihan penawaran. Saat itulah hukum ekonomi muncul, semakin banyak penawaran, harga kian turun. Saat ini, di pasar sekunder harga terpangkas berkisar 30-40%,” kata Andy.

Presiden Direktur PT Repower Asia Indonesia, Aulia Firdaus mengatakan, saat ini pihaknya memang tengah menyiapkan proyek di Jakarta Selatan, Bekasi Timur, dan Tangerang. Proyek apartemen di tiga lokasi itu akan mulai dibangun pada 2020.

Ditargetkan rampung berkisar 2021 hingga 2023, segmentasi yang dibidik Repower adalah kalangan menengah dan menengah atas. Selain diperkuat dengan fasilitas pendidikan, proyek tersebut juga didukung dengan akses yang mudah.

"Proyek yang di Tangerang misalnya, kan letaknya di tengah kota sehingga selain kuat dengan akses transportasi juga fasilitas pendidikannya, kata Firdaus.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X