Sofyan Djalil: yang Dijual Hanya Hak Pemanfaatan Lahan

Kompas.com - 04/09/2019, 18:50 WIB
Menteri ATR/BPN Sofyan A Djalil Kompas.com / Dani PrabowoMenteri ATR/BPN Sofyan A Djalil

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap dapat menjual lahan ibu kota baru seluas 30.000 hektar kepada masyarakat.

Hasil penjualan tersebut akan digunakan untuk mendanai pembangunan ibu kota baru.

Namun, menurut Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil, yang akan dijual adalah hak pemanfaatannya. 

Ia menjelaskan, pemerintah berencana membentuk bank tanah sesuai dengan amanah Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertanahan yang dalam waktu dekat akan disahkan.

Tugas dan kewajiban bank tanah adalah mengelola tanah milik negara untuk dimanfaatkan kembali. 

" Bank tanah itu punya HPL (Hak Pengelolaan Lahan). Kalau diserahkan menjadi rumah rakyat (misalnya), itu diberikan hak milik kepada rakyat," kata Sofyan menjawab Kompas.com di Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Baca juga: Sekjen Kementerian ATR: Bank Tanah Miliki Fungsi Intermediasi

Besar kecilnya nilai jual, kata Sofyan, tergantung pada pemanfaatan. Misalnya untuk perumahan rakyat, tak menutup kemungkinan dapat dijual Rp 0 per meter persegi, dengan harapan dapat dibangun rumah dengan harga yang lebih terjangkau.

"Sekarang di Jakarta, kenapa anak milenial sulit mendapatkan rumah, karena mahalnya tanah. Kenapa? Karena tanah tidak pernah dikuasai negara selama ini, tidak pernah dikuasai lembaga seperti ( bank tanah) ini. Maka, tujuan kita seperti itu," ungkap Sofyan. 

Sementara, bila diperuntukkan bagi pemanfaatan lain, maka besar kecilnya harga jual tergantung pada rencana pemanfaatan. 

"Jadi di sana nanti kalau pemerintah mau menjual untuk pegawai negeri, itu tanah negara. Sehingga yag dibayar adalah biaya pengembangannya saja," ujarnya.

Sofyan mengungkapkan, banyak keuntungan dengan hadirnya bank tanah ini. Selain memastikan ketersediaan lahan untuk pembangunan infrastruktur, masyarakat juga bisa berkesempatan untuk memiliki hunian dengan harga terjangkau bila di lokasi yang dikuasai bank tanah hendak dibangun kawasan hunian. 

Baca juga: Bank Tanah Diharapkan Dapat Tekan Laju Inflasi

Hal itu disebabkan, bank tanah yang akan dibentuk pemerintah tidak bekerja layaknya bank swasta pada umumnya. 

"Karena swasta mereka hanya mencari keuntungan/capital gain saja kan, sedangkan bank tanah ini tidak mencari capital gain," tegas Sofyan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Crown Group Raup Rp 65 Miliar dari Penjualan Apartemen Artis

Crown Group Raup Rp 65 Miliar dari Penjualan Apartemen Artis

Apartemen
[POPULER PROPERTI] Komisi III DPRD Bandar Lampung Bakal Panggil Ciputra Group

[POPULER PROPERTI] Komisi III DPRD Bandar Lampung Bakal Panggil Ciputra Group

Berita
Tarif Tol BORR Simpang Yasmin-Semplak Naik Mulai 30 Januari

Tarif Tol BORR Simpang Yasmin-Semplak Naik Mulai 30 Januari

Berita
Hingga Januari, Indonesia Punya 2.342 Kilometer Jalan Tol Operasional

Hingga Januari, Indonesia Punya 2.342 Kilometer Jalan Tol Operasional

Berita
Pemerintah Ungkap Divestasi 9 Ruas Tol karena Waskita Kesulitan Likuiditas

Pemerintah Ungkap Divestasi 9 Ruas Tol karena Waskita Kesulitan Likuiditas

Berita
Bel Rumah Pintar, Cegah Tamu Tak Diundang

Bel Rumah Pintar, Cegah Tamu Tak Diundang

Arsitektur
Bongkar Muat Peti Kemas Dongkrak Bisnis Pelindo 1 Sepanjang 2020

Bongkar Muat Peti Kemas Dongkrak Bisnis Pelindo 1 Sepanjang 2020

Kawasan Terpadu
Jaringan Ritel Keramik Malaysia Buka Gerai Pertama di Indonesia

Jaringan Ritel Keramik Malaysia Buka Gerai Pertama di Indonesia

Ritel
Sungai Cakung Direstorasi, Biayanya Ditanggung Pengembang Grand Kota Bintang

Sungai Cakung Direstorasi, Biayanya Ditanggung Pengembang Grand Kota Bintang

Berita
Basuki Ancam Bongkar Grand Kota Bintang jika Pengembang Langgar Tata Ruang

Basuki Ancam Bongkar Grand Kota Bintang jika Pengembang Langgar Tata Ruang

Perumahan
Pemerintah Siapkan Rp 51,35 Triliun Bangun Jalan dan Jembatan

Pemerintah Siapkan Rp 51,35 Triliun Bangun Jalan dan Jembatan

Berita
Bikin Banjir Underpass Kalimalang, Pengembang Grand Kota Bintang Kena Sanksi Restoratif

Bikin Banjir Underpass Kalimalang, Pengembang Grand Kota Bintang Kena Sanksi Restoratif

Berita
Roatex Hongaria Keluar sebagai Pemenang Tender Transaksi Tol Berbasis MLFF

Roatex Hongaria Keluar sebagai Pemenang Tender Transaksi Tol Berbasis MLFF

Berita
Sepanjang 2020, Jalan Tol Terbangun di Indonesia Capai 246 Kilometer

Sepanjang 2020, Jalan Tol Terbangun di Indonesia Capai 246 Kilometer

Berita
'Gunung Dikeruk, Lembah Ditimbun, Tak Ada Resapan Air, Kami Akan Panggil Ciputra Group'

"Gunung Dikeruk, Lembah Ditimbun, Tak Ada Resapan Air, Kami Akan Panggil Ciputra Group"

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X